SATUMEDIA.ID – Hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung Tahun 2026 resmi diumumkan pada Senin (8/6/2026) pukul 10.00 WIB. Bagi calon murid yang belum berhasil lolos seleksi, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang menengah masih terbuka melalui jalur reguler.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka pendaftaran ke SMA/SMK negeri maupun Sekolah Kerja Sama melalui jalur prestasi dan jalur domisili pada hari yang sama. Pendaftaran dibuka mulai pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 24.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto, mengatakan calon murid yang tidak diterima di Sekolah Maung masih memiliki waktu untuk mengikuti proses seleksi pada jalur reguler.
“Calon murid Sekolah Maung yang tidak lolos masih memiliki waktu selama 12 jam untuk melakukan pendaftaran ke jalur reguler,” kata Purwanto dikutip dari laman Disdik Jabar, Senin (8/6/2026).
Pada SPMB 2026, Sekolah Maung menyediakan total 18.268 kursi, terdiri dari 10.400 kursi jenjang SMA dan 7.868 kursi jenjang SMK. Sementara jumlah pendaftar mencapai 38.476 calon murid, dengan rincian 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK.
Berdasarkan rekapitulasi hingga batas akhir (cut-off) pada 7 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, persaingan pada Jalur Kepemimpinan berlangsung cukup ketat. Dari 1.264 pendaftar, sebanyak 814 calon murid dinyatakan diterima, sedangkan 450 lainnya tidak lolos seleksi.
Pada Jalur Ketua OSIS, sebanyak 255 dari 528 pendaftar atau sekitar 48,3 persen dinyatakan diterima. Sementara 273 peserta lainnya atau 51,7 persen tidak lolos. Adapun pada Jalur Pramuka Pratama, sebanyak 151 dari 284 pendaftar atau 53,2 persen diterima, sedangkan 133 peserta atau 46,8 persen tidak diterima.
Tingkat keterimaan tertinggi tercatat pada Jalur Pramuka Garuda. Dari total 452 pendaftar, sebanyak 408 orang atau 90,3 persen berhasil lolos seleksi, sementara 44 orang atau 9,7 persen tidak diterima.
Purwanto menegaskan, Dinas Pendidikan Jawa Barat berkomitmen menjaga seluruh proses SPMB agar berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon murid.
Sebelum pelaksanaan SPMB, Dinas Pendidikan Jawa Barat juga telah melaksanakan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) sebagai tahapan awal penerimaan peserta didik tahun 2026. Program tersebut bertujuan memetakan sebaran dan potensi kelulusan siswa SMP/MTs sederajat di seluruh wilayah Jawa Barat.
Pendaftaran PCMB dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Jawa Barat pada 29 Mei 2026 dan dilanjutkan pada 2, 3, 4, 5, serta 8 Juni 2026.
Menurut Purwanto, PCMB tidak hanya berfungsi sebagai pendataan calon murid, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk merencanakan daya tampung sekolah sekaligus mendukung pelaksanaan SPMB yang lebih tepat sasaran.
Terkait daya tampung pendidikan menengah di Jawa Barat, Purwanto menjelaskan total kuota SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) mencapai 909.183 kursi.
“Jumlah tersebut melampaui total lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Barat yang tercatat sebanyak 826.996 siswa atau setara 109,93 persen,” ujar dia.
Secara rinci, daya tampung tersebut terdiri atas 195.344 kursi SMA negeri, 143.460 kursi SMA swasta, 124.217 kursi SMK negeri, 320.720 kursi SMK swasta, 21.888 kursi MA negeri, dan 81.936 kursi MA swasta.
Dengan komposisi tersebut, daya tampung sekolah negeri mencapai 43,9 persen dari total kuota pendidikan menengah yang tersedia di Jawa Barat.
Purwanto memastikan seluruh lulusan SMP/MTs sederajat tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah sesuai minat, potensi, dan pilihan masing-masing.*
