SATUMEDIA.ID – Program pemanfaatan lahan tidur yang digagas Polres Cimahi mulai menunjukkan hasil. Di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), hamparan jagung hibrida yang ditanam bersama kelompok tani kini memasuki masa panen dan menghasilkan ratusan ton jagung.
Melalui program tersebut, Polres Cimahi menargetkan pengembangan lahan jagung seluas 1.700 hektare dengan total produksi mencapai 2.500 ton yang nantinya diserap oleh Perum Bulog.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, hingga Juni 2026 realisasi program berjalan sesuai harapan. Dari total target lahan, sebanyak 334,5 hektare telah ditanami jagung dan menghasilkan sekitar 377,5 ton panen.
“Sebagian hasil panen sudah diserap Bulog. Hingga saat ini jumlahnya mencapai 165 ton dan seluruhnya memenuhi standar kualitas yang ditetapkan,” kata Niko, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan Polri dalam program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Niko, keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari bertambahnya lahan produktif yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal.
Untuk menunjang produktivitas petani, Polres Cimahi turut menyalurkan berbagai bantuan berupa traktor, pupuk NPK, dan benih jagung hibrida. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pada musim tanam berikutnya.
“Kami berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan maksimal sehingga produktivitas pertanian terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu peserta program, Ita Sumitra (60), mengaku merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Warga Desa Kanangasari, Kecamatan Cikalongwetan, itu kini mengelola lahan jagung bersama puluhan petani lainnya setelah sebelumnya bekerja serabutan.
Ia mengatakan, sebelum mulai menanam, para petani mendapat pendampingan dan pelatihan mengenai teknik budidaya jagung. Pengalaman itu menjadi hal baru baginya karena belum pernah menanam jagung sebelumnya.
“Sudah sekitar empat bulan kami menanam. Sebelumnya saya kerja serabutan. Kami diberi pelatihan terlebih dahulu, sehingga lebih paham cara menanam dan merawat jagung,” ujar Ita.*





