Tak Hanya Jaga Kamtibmas, Polres Cimahi Turun ke Ladang Dampingi Petani Jagung

Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Polres Cimahi melalui pendampingan kepada kelompok tani serta penyaluran berbagai bantuan sarana pertanian.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Polres Cimahi melalui pendampingan kepada kelompok tani serta penyaluran berbagai bantuan sarana pertanian.

Upaya tersebut menjadi bagian dari program pengembangan budidaya jagung yang digulirkan bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Dukungan tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dilaksanakan secara nasional dan dipimpin langsung oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Program ini bertujuan meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat peran petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, Polri berupaya hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membantu mendorong pembangunan di sektor pertanian yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Niko, Polres Cimahi telah menyalurkan sejumlah bantuan kepada kelompok tani binaan, mulai dari traktor bajak, pupuk NPK, hingga bibit jagung unggul hibrida. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan luas tanam dan produktivitas hasil panen petani.

“Melalui bantuan sarana pertanian ini, kami ingin membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujar Niko, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini lahan jagung yang telah ditanami di bawah pendampingan Polres Cimahi mencapai 38,54 hektare. Dari luasan tersebut, hasil panen yang telah diperoleh mencapai sekitar 35 ton jagung.

Capaian tersebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan target yang lebih besar. Polres Cimahi menargetkan pengembangan lahan jagung hingga 1.326 hektare sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap peningkatan produksi pangan nasional.

Selain itu, terdapat target serapan hasil panen oleh Perum Bulog sebesar 420 ton dengan standar mutu yang telah ditetapkan, yakni kadar air di bawah 14 persen dan kandungan aflatoksin di bawah 50 ppb.

Niko menilai sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan. Dengan dukungan yang berkelanjutan, sektor pertanian diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani,” katanya.

Melalui pendampingan, bantuan sarana produksi, dan perluasan lahan tanam, Polres Cimahi berharap dapat berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Bandung Barat.*

Pos terkait