Semangat Marhaenisme di Parongpong, Pengobatan Gratis Jadi Pilihan Peringatan Bulan Bung Karno

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Selasa (16/6/2026). (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – PAC PDI Perjuangan Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar layanan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga yang masih menghadapi kendala dalam mengakses layanan kesehatan.

Ketua PAC PDI Perjuangan Parongpong, dr. Januar Tampubolon, mengatakan kegiatan ini berangkat dari kondisi yang kerap ditemuinya sebagai tenaga kesehatan. Menurut dia, masih banyak masyarakat yang menunda berobat karena terkendala akses layanan maupun keterbatasan ekonomi.

Akibatnya, berbagai keluhan kesehatan yang seharusnya bisa ditangani sejak dini justru dibiarkan hingga berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

“Masih banyak warga yang kesulitan memanfaatkan layanan BPJS, sementara biaya pengobatan di fasilitas kesehatan swasta juga tidak terjangkau. Akhirnya mereka memilih menunda berobat sampai kondisinya memburuk,” ujar Januar saat ditemui di BUMDes Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Selasa (16/6/2026).

Melalui kegiatan tersebut, panitia menyediakan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, pengecekan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, hingga khitanan gratis bagi anak-anak.

Januar menargetkan sekitar 100 warga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, sementara program khitanan gratis ditujukan bagi 10 anak.

Lebih dari sekadar memberikan layanan medis, kegiatan itu juga menjadi sarana menanamkan kembali nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno, khususnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang dinilai semakin tergerus oleh perubahan zaman.

Menurut Januar, tujuan utama kegiatan tersebut bukan hanya membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya, tetapi juga mendorong kesadaran warga untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan penyakit sejak dini.

Ia menambahkan, pendekatan edukatif sengaja dikedepankan agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki karakter dan pola interaksi berbeda.

Sebanyak enam tenaga medis turut terlibat dalam kegiatan ini secara sukarela tanpa menerima imbalan. Sebagian di antaranya bahkan langsung bergabung setelah menyelesaikan tugas kerja mereka.

“Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama masih hidup di tengah masyarakat, tanpa memandang usia maupun latar belakang,” kata Januar.

Berbeda dengan peringatan Bulan Bung Karno tahun sebelumnya yang diisi kegiatan lomba memasak dan penanaman pohon, tahun ini PAC Parongpong memilih fokus pada layanan kesehatan karena dinilai lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang tertentu, dengan prioritas diberikan kepada kelompok rentan seperti anak yatim piatu dan lanjut usia.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Mitigasi Bencana Baguna PDI Perjuangan Jawa Barat, Thio Setiowekti, menilai kegiatan yang digagas PAC Parongpong layak menjadi contoh bagi PAC lainnya di Jawa Barat.

Menurut dia, kegiatan yang langsung hadir di tengah masyarakat dan menjawab kebutuhan nyata warga lebih efektif dalam mengimplementasikan nilai-nilai Soekarnoisme dan Marhaenisme dibandingkan kegiatan seremonial berskala besar yang minim interaksi dengan masyarakat.

“Setiap PAC diberikan keleluasaan menentukan bentuk kegiatan Bulan Bung Karno yang paling sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Apa yang dilakukan PAC Parongpong menjadi contoh bagaimana peringatan tersebut bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Thio.*