SATUMEDIA.ID – Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bandung Barat semakin hangat sejak kemunculan nama Jeje Govinda dan Tb Ardi Januar yang digadang-gadang bakal berpasangan.
Jeje Govinda sudah resmi diusung Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai bakal calon Bupati. Sementara Tb Ardi yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Tebe diisukan bakal mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra.
Diketahui, PAN dan Gerindra bersama Partai Golkar, PKB, serta NasDem tergabung dalam Koalisi Bandung Barat Maju. Kemunculan dua nama tersebut sempat memicu isu keretakan dalam koalisi tersebut.
Namun, isu keretakan itu dibantah oleh Ketua DPD Partai Golkar KBB, Dadan Supardan. Menurutnya, menyangkut proses pencalonan merupakan kewenangan dari masing-masing partai koalisi.
“Ya enggak masalah setiap partai politik yang tergabung dalam koalisi mengusung calonnya. Ini merupakan bagian proses dari masing-masing partai koalisi. Jadi enggak benar kalau terjadi keretakan,” tegas Dadan Supardan saat dihubungi Satumedia, Senin (1/7/2024).
Ia mengungkapkan, dari lima partai yang tergabung dalam Koalisi Bandung Barat Maju, baru NasDem yang sudah merekomendasikan bakal calon kepala daerahnya yaitu Rian Firmansyah dan PAN yang merekomendasikan Jeje Govinda.
“Sementara Gerindra masih belum menentukan bakal calonnya, begitupun dengan Golkar dan PKB,” jelasnya.
Ia menerangkan, keputusan bakal pasangan calon (Bapaslon) dari Koalisi Bandung Barat Maju baru akan diputuskan setelah selesai proses pencalonan di masing-masing partai.
“Nanti setiap partai mengusulkan setiap calon yang mendapat rekomendasi. Mudah-mudahan paling lambat pertengahan Juli ini semua partai sudah memiliki calonnya. Langkah selanjutnya, seluruh calon akan disurvei oleh sebuah lembaga survei. Yang elektabilitas dan popularitas tertinggi berpeluang diusung, tentunya semua dibahas lewat musyawarah,” paparnya.
Sementara untuk bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar, Dadan mengatakan, saat ini masih dalam proses survei. Di partai berlambang pohon beringin akan dilakukan tiga kali survei untuk bakal calon kepala daerah yang bakal diusung.
“Sekarang baru satu kali survei, dan mau masuk survei kedua. Setiap survei akan dilakukan oleh tiga lembaga survei berbeda sehingga hasilnya akan lebih valid,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, 5 partai penguasa kursi DPRD KBB, yaitu Partai Golkar, Gerindra, PKB, PAN, dan NasDem mendeklarasikan Koalisi Bandung Barat Maju bertempat di Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Rabu (19/6/2024).
Diketahui, Partai Golkar dan Gerindra masing-masing meraih 8 kursi, PKB 6 kursi, PAN dan NasDem sama-sama meraih 5 kursi. Dengan demikian total kelima partai meraih 32 kursi. Menjadikan koalisi besar di Pilkada Bandung Barat.*





