Farhan Kaji Penghapusan Tiket Masuk Taman Tegalega, Warga Berpeluang Nikmati Ruang Publik Gratis

Pemkot Bandung tengah melakukan penataan ruang publik, termasuk menggratiskan tiket masuk Taman Tegalega.(Dok.Diskominfo Kota Bandung).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji penghapusan tarif masuk kawasan Taman Tegalega yang selama ini dikenakan sebesar Rp2.000 per orang. Jika terealisasi, warga dapat menikmati salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Kota Bandung tanpa dipungut biaya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kebijakan tersebut sedang dipelajari karena tarif masuk Taman Tegalega masih memiliki dasar hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Kalau Tegalega memang saat ini masih ada tarif masuk Rp2.000 karena diatur dalam Perwal. Sekarang saya sedang mengkaji bagaimana caranya supaya bisa gratis. Saya sedang mempelajari dulu aturan itu untuk kemudian bisa dicabut,” ujar Farhan dikutip Jumat (19/6/2026).

Menurut Farhan, rencana menggratiskan akses masuk Taman Tegalega merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai ruang terbuka hijau semestinya dapat dinikmati warga tanpa hambatan, termasuk dari sisi biaya.

Meski demikian, penghapusan retribusi tidak berarti mengabaikan pengelolaan kawasan. Pemkot Bandung tetap akan melakukan penataan menyeluruh agar fungsi Taman Tegalega sebagai ruang publik dapat berjalan optimal.

Farhan menjelaskan, kawasan Taman Tegalega saat ini memiliki beragam fungsi, mulai dari ruang terbuka hijau, sarana olahraga, tempat usaha masyarakat hingga fasilitas pengolahan sampah. Kondisi tersebut dinilai memerlukan penataan ulang agar seluruh aktivitas dapat berjalan lebih tertib dan nyaman.

“Tegalega sekarang fungsinya campur. Ada ruang terbuka hijau, ada sarana olahraga, ada tempat usaha masyarakat, bahkan ada fasilitas pengolahan sampah. Karena itu kita sedang melakukan penataan ulang supaya semuanya tertata dengan baik,” katanya.

Menurut dia, ruang publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan fasilitas publik sebagai tempat berolahraga, berekreasi maupun berinteraksi sosial.

Selain membahas Taman Tegalega, Farhan juga menyinggung proses penyempurnaan renovasi Alun-alun Bandung yang hingga kini belum dibuka secara penuh. Ia mengungkapkan sejumlah pekerjaan renovasi sebelumnya dinilai belum memenuhi standar kualitas sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu.

“Kenapa waktu itu saya tutup? Karena pekerjaan renovasinya kurang bagus. Saya minta diperbaiki dulu. Desainnya diperbaiki, hasil pekerjaannya juga harus diperbaiki,” tegasnya.

Farhan mengatakan Pemkot Bandung tidak ingin terburu-buru membuka kembali Alun-alun Bandung apabila kualitas pekerjaan belum benar-benar layak. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat, kata dia, menjadi prioritas utama dalam pengelolaan fasilitas publik.

Meski sempat dibuka sementara saat perayaan kemenangan Persib Bandung oleh ribuan Bobotoh, kawasan Alun-alun kembali ditutup agar proses penyempurnaan fasilitas dapat dilanjutkan.

“Tidak ada target waktu tertentu. Yang penting selesai dengan baik dan layak digunakan. Saya tidak mau dibuka sekarang, tetapi beberapa bulan kemudian rusak lagi,” ujarnya.

Farhan menegaskan, penataan Taman Tegalega dan penyempurnaan Alun-alun Bandung merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.

“Kita ingin ruang publik di Kota Bandung benar-benar menjadi milik masyarakat. Nyaman digunakan, aman, tertata, dan kalau memungkinkan bisa diakses tanpa membebani masyarakat dengan biaya masuk,” kata Farhan.*

Pos terkait