SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat berbagai persiapan menjelang kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara. Penataan infrastruktur pendukung menjadi salah satu prioritas untuk memastikan operasional bandara berjalan optimal sejak tahap awal pembukaan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot saat ini terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna menuntaskan berbagai kebutuhan di kawasan bandara. Persiapan tersebut mencakup perbaikan akses jalan, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), hingga penataan area parkir.
“Bandara Husein saat ini kami fokus pada penyiapan infrastruktur dan sarana-prasarana pendukung, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum, hingga fasilitas parkir. Itu yang saat ini terus kami koordinasikan,” kata Farhan dalam siaran pers dikutip Sabtu (27/6/2026).
Menurut Farhan, pada masa awal operasional, Bandara Husein diperkirakan melayani sekitar 3.000 penumpang per hari selama Juli hingga September 2026. Jumlah tersebut dinilai masih ideal karena jauh di bawah kapasitas maksimal bandara yang sebelumnya mampu melayani 10.000 hingga 12.000 penumpang setiap hari.
“Kami bergerak dengan asumsi jumlah penumpang pada tahap pertama ini sekitar 3.000 penumpang per hari. Jadi bebannya belum terlalu berat meskipun pada masa jayanya Bandara Husein mampu melayani 10.000 hingga 12.000 penumpang setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, mulai Agustus 2026 Bandara Husein diharapkan sudah dapat melayani penerbangan menggunakan pesawat jet berbadan sedang seperti Boeing 737-500 dan Airbus A320. Sementara itu, pesawat berukuran lebih kecil maupun private jet tetap dapat beroperasi seperti biasa.
“Harapannya Agustus nanti sudah ada pesawat jet yang beroperasi, seperti Boeing 737-500 atau Airbus A320. Itu kapasitas maksimum yang direncanakan, sementara pesawat yang lebih kecil maupun private jet tetap bisa beroperasi,” katanya.
Farhan meyakini, aktifnya kembali Bandara Husein akan menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Menurut dia, peningkatan aktivitas penerbangan akan berdampak langsung terhadap sektor transportasi, pergudangan, perdagangan, pariwisata, hingga jasa yang menjadi tulang punggung perekonomian kota.
“Sebagai kota jasa, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata, Bandung membutuhkan konektivitas transportasi yang kuat. Kami berharap sektor transportasi dan pergudangan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.
Ia juga menilai reaktivasi Bandara Husein akan memperkuat daya saing Kota Bandung sebagai tujuan investasi dan bisnis sekaligus meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat.
Di akhir keterangannya, Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur Jawa Barat, jajaran TNI AU, Kementerian Perhubungan, serta Angkasa Pura atas komitmen dan dukungan yang luar biasa dalam menghidupkan kembali Bandara Husein Sastranegara,” tuturnya.*





