Mengapa Kopdes Merah Putih Dibangun di Stone Garden? Ini Penjelasan Kepala Desa Gunungmasigit

Gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kawasan wisata Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pembangunan gedung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kawasan wisata Stone Garden, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi sorotan setelah beredar di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, memastikan bangunan tersebut berdiri di lahan parkir milik desa, bukan di kawasan bukit atau hutan lindung.

Menurut Tarkopa, pembangunan gedung koperasi bermula dari tawaran PT Agrinas yang menggandeng unsur TNI untuk mendukung pendirian Kopdes Merah Putih di Desa Gunungmasigit.

“Sejak awal kami menawarkan lima lokasi aset desa. Setelah dilakukan kajian, area parkir Stone Garden dipilih karena paling mudah dijangkau masyarakat dan memiliki akses yang baik,” ujar Tarkopa saat ditemui di kawasan Stone Garden, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, lokasi pembangunan berada sekitar 300 meter dari Jalan Raya Padalarang-Cipatat dan tidak berada di puncak bukit sebagaimana informasi yang beredar. Luas lahan yang digunakan sekitar 700-800 meter persegi dari total area parkir sekitar 1.500 meter persegi sehingga ruang parkir masih tetap tersedia.

Tarkopa juga menegaskan keberadaan gedung koperasi justru berada dekat dengan permukiman warga. Selain itu, para pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Stone Garden merupakan warga Desa Gunungmasigit.

“Jaraknya dekat dengan rumah warga. Aktivitas ekonomi di sekitar lokasi juga dijalankan masyarakat setempat sehingga keberadaan koperasi ini diharapkan memberi manfaat langsung,” katanya.

Ia mengatakan, pembangunan gedung saat ini telah mencapai sekitar 98 persen dan seluruh proses konstruksi dikerjakan oleh PT Agrinas bersama mitra pelaksana. Pemerintah desa, kata dia, sejak awal meminta agar tenaga kerja maupun pengelolaan koperasi nantinya mengutamakan masyarakat lokal.

Keberadaan Kopdes Merah Putih itu diproyeksikan menjadi pusat distribusi dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa. Salah satu produk yang akan dipasarkan ialah telur ayam hasil Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang produksinya mencapai sekitar 50 kilogram per hari.

“Selama ini hasil produksi masih dipasarkan dalam skala terbatas. Kami berharap koperasi bisa membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis,” ucap Tarkopa.

Selain mengembangkan sektor usaha, koperasi tersebut juga telah menjalankan layanan simpan pinjam dengan jumlah anggota mencapai 109 orang.

Tarkopa berharap keberadaan Kopdes Merah Putih mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan desa melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Di sisi lain, ia mengakui rencana peningkatan akses jalan menuju kawasan tersebut masih terkendala proses pembebasan lahan karena belum tercapai kesepakatan dengan ahli waris. Meski demikian, pemasangan penerangan jalan umum terus dilakukan dan kini hanya menyisakan lima titik yang belum terpasang.*

 

Pos terkait