Kolaborasi KLH dan Pemkab Bandung Barat Diperkuat demi Pulihkan Waduk Saguling

Pertemuan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat  memperkuat sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mempercepat pemulihan ekosistem Waduk Saguling sekaligus mengoptimalkan penanganan persoalan persampahan di daerah.

Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam pertemuan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat di Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Asep Ismail menyampaikan bahwa kondisi Waduk Saguling membutuhkan penanganan yang lebih terintegrasi. Ledakan pertumbuhan eceng gondok dinilai telah mengganggu fungsi perairan, aktivitas masyarakat di sekitar waduk, hingga memicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat berkembangnya populasi nyamuk.

Ia menjelaskan, upaya penanganan eceng gondok selama ini terus dilakukan melalui kolaborasi antara Pemkab Bandung Barat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Indonesia Power, Program Citarum Harum, Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGER SAGULING), dan masyarakat.

Namun, luasnya kawasan yang terdampak membuat penanganan membutuhkan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah pusat agar dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kondisi Waduk Saguling membutuhkan penanganan yang lebih terpadu. Upaya pembersihan eceng gondok sudah kami lakukan bersama berbagai pihak, tetapi luasnya persoalan ini memerlukan dukungan yang lebih kuat dari pemerintah pusat agar pemulihannya bisa berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Wakil Bupati Asep Ismail.

Selain isu pemulihan Waduk Saguling, Pemkab Bandung Barat juga memaparkan perkembangan penanganan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di wilayahnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen memperkuat dukungan kepada pemerintah daerah melalui pendampingan, fasilitasi program, hingga dukungan pembiayaan untuk berbagai inisiatif pelestarian lingkungan.

“Pemerintah pusat siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Kami akan memberikan pendampingan, memfasilitasi berbagai program lingkungan hidup, termasuk membuka peluang dukungan pembiayaan agar penanganan persoalan lingkungan dapat berjalan optimal,” ujar Jumhur Hidayat.

Sebagai tindak lanjut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Ibrahim Aji mengatakan pemerintah daerah siap mempercepat koordinasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

Menurut Ibrahim, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam penyusunan program, penguatan sumber daya, serta pelaksanaan berbagai kegiatan pemulihan lingkungan secara terpadu.

Ia menambahkan, kolaborasi yang terbangun tidak hanya difokuskan pada penanganan eceng gondok dan sampah, tetapi juga menjadi fondasi bagi penguatan tata kelola lingkungan hidup di Kabupaten Bandung Barat.

“Kami siap membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat harus bergerak bersama agar pemulihan Waduk Saguling dan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan,” kata Ibrahim Aji.

Dalam audiensi itu, Menteri Lingkungan Hidup juga memperkenalkan gagasan Gerakan Tobat Ekologi, yakni gerakan moral, sosial, dan spiritual yang bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga dan memulihkan lingkungan hidup. Gerakan tersebut direncanakan diperkuat melalui peringatan Hari Danau sebagai momentum membangun kepedulian terhadap kelestarian kawasan danau, khususnya Waduk Saguling.

Pemkab Bandung Barat menyambut positif gagasan tersebut. Keberadaan ratusan pondok pesantren di daerah dinilai menjadi modal besar untuk menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.

Sekretaris Jenderal Pangauban Gerakan Santri Gugus Lingkungan (PAGER SAGULING), Haris Bunyamin, mengatakan pihaknya siap mengimplementasikan Gerakan Tobat Ekologi bersama jaringan pondok pesantren di kawasan Saguling.

Menurut Haris, gerakan tersebut bukan sekadar kampanye pelestarian lingkungan, melainkan upaya membangun kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Karena itu, PAGER SAGULING akan mendorong berbagai program berbasis pesantren, mulai dari rehabilitasi daerah tangkapan air, pengendalian dan pemanfaatan eceng gondok, pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon, pengembangan ekonomi hijau, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Melalui pendekatan ekoteologi dan fikih lingkungan, pesantren akan menggerakkan langkah nyata, mulai dari rehabilitasi kawasan, pengelolaan eceng gondok dan sampah, penanaman pohon, hingga pemberdayaan masyarakat. Kami siap mengawal terwujudnya Saguling Biosfer,” kata Haris.

Ia menambahkan, seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung terwujudnya Saguling Biosfer, yakni model pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan restorasi ekosistem, pendidikan, budaya, ekonomi hijau, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Pemkab Bandung Barat, BBWS, Indonesia Power, Program Citarum Harum, PAGER SAGULING, pondok pesantren, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Sinergi itu diharapkan mampu mempercepat pemulihan Waduk Saguling sekaligus memperkuat pengelolaan sampah menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.*

 

Pos terkait