Angkutan CPO KAI Naik 17,83 Persen pada Semester I 2026, Capai 324.579 Ton

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan angkutan komoditas perkebunan pada Semester I 2026.(Dok.PT KAI).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan angkutan komoditas perkebunan pada Semester I 2026. Selama Januari-Juni 2026, volume angkutan mencapai 324.579 ton atau meningkat 17,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 275.475 ton.

Komoditas yang diangkut didominasi crude palm oil (CPO) dan berbagai produk turunannya. Distribusi komoditas tersebut menjadi bagian penting dalam menopang kebutuhan industri pengolahan, perdagangan antardaerah, ekspor, hingga pengembangan energi baru terbarukan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan volume angkutan menunjukkan transportasi berbasis rel semakin dipercaya sebagai solusi logistik bagi sektor perkebunan.

“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik kereta api. Kami terus memperkuat kapasitas dan konektivitas agar distribusi komoditas strategis dapat berlangsung lebih efisien dan tepat waktu,” kata Anne dikutip dari laman PT KAI, Minggu (12/7/2026).

Menurut Anne, komoditas sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, kelancaran distribusi dari kawasan perkebunan menuju industri pengolahan maupun pelabuhan menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan dan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ia menambahkan, kebutuhan CPO diperkirakan terus meningkat seiring berkembangnya industri hilirisasi dan implementasi program biodiesel B50. Untuk mendukung hal tersebut, KAI terus memperkuat rantai logistik berbasis rel agar distribusi bahan baku dapat berjalan lebih efektif.

“Kereta api mampu menghadirkan layanan logistik yang konsisten dengan kapasitas angkut besar dan jaringan yang terhubung. Hal itu menjadi modal penting dalam mendukung industri sawit sekaligus agenda transisi energi nasional,” ujarnya.

Di wilayah Sumatera, layanan angkutan barang KAI telah menghubungkan sentra-sentra perkebunan dengan kawasan industri serta pelabuhan ekspor. Konektivitas tersebut dinilai mampu memperlancar arus distribusi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah penghasil komoditas.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, moda transportasi berbasis rel juga memberikan manfaat dari sisi lingkungan. Kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan membantu mengurangi jumlah kendaraan berat di jalan raya, menekan konsumsi energi per ton barang, serta mendukung terciptanya sistem logistik yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, KAI akan terus memperluas dan memperkuat konektivitas logistik antara kawasan produksi, industri, dan pelabuhan untuk mendukung distribusi komoditas strategis nasional.

“Kami ingin menghadirkan layanan logistik yang semakin andal sehingga distribusi komoditas perkebunan menjadi lebih efisien, memperkuat perekonomian daerah, serta mendukung ketahanan rantai pasok nasional,” tutur Anne.*

Pos terkait