SATUMEDIA.ID – Pemancing yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Waduk Saguling, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Angga Permana (27), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan pencarian selama sekitar 24 jam.
Penemuan jasad warga Desa Nanggerang itu sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan di kawasan Waduk Saguling.
Kapolsek Cililin Iptu Isman Rusmandijanto mengatakan, korban ditemukan setelah tim gabungan menyisir sejumlah titik di perairan waduk sejak laporan kehilangan diterima.
“Korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 24 jam. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Isman saat dihubungi..
Dari hasil penyelidikan, Angga diketahui berangkat memancing seorang diri menggunakan tongkang pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.
Sebelum menuju lokasi memancing, korban sempat berbincang dengan seorang saksi bernama Edi. Setelah itu, ia mendayung tongkang menuju area tengah waduk yang biasa menjadi lokasi para pemancing.
Korban tak kunjung kembali hingga pagi hari. Kekhawatiran muncul ketika pemilik tongkang, Dedi, mencari perahunya sekitar pukul 06.00 WIB. Dari keterangan Edi diketahui tongkang tersebut dipinjam Angga untuk memancing.
Pencarian di sekitar lokasi kemudian menemukan tongkang milik Dedi dalam kondisi terbalik di tepi waduk. Sementara itu, korban tidak berada di sekitar lokasi sehingga kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat kepolisian.
Tim SAR bersama unsur gabungan kemudian melakukan pencarian melalui jalur perairan dengan memperluas area penyisiran berdasarkan titik terakhir korban diketahui berada.
Setelah pencarian berlangsung hampir satu hari, jasad Angga akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Menurut Isman, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Setelah diserahkan kepada keluarga, pihak keluarga menyatakan menolak autopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah serta takdir,” ujarnya.
Angga Permana merupakan warga Kampung Cisampih, RT 03 RW 06, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pria kelahiran Bandung, 7 April 1999, itu sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas.*
