SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus melanjutkan penataan kabel udara yang membentang di sejumlah ruas jalan. Program yang dijalankan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi itu ditujukan untuk menciptakan wajah kota yang lebih tertata, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dan keandalan jaringan telekomunikasi.
Penataan dilakukan terhadap kabel-kabel fiber optik yang selama ini terpasang tidak beraturan dan menjuntai di sejumlah titik. Selain memperbaiki estetika kawasan perkotaan, langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi potensi gangguan jaringan hingga risiko kecelakaan akibat kabel yang terlepas.
Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government dan Persandian Diskominfo Kota Cimahi, Bambang Supriyadi, mengatakan penataan kabel menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin kondisi kabel di sepanjang jalan menjadi lebih tertata. Selain membuat lingkungan terlihat lebih bersih, penataan ini juga penting untuk meminimalkan potensi bahaya bagi masyarakat maupun pengguna jalan,” ujar Bambang, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan penataan terakhir dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026) dengan menyasar ruas Jalan Cimindi, mulai dari pertigaan Pasar Cimindi hingga kawasan Perumahan Bumi Indah sepanjang kurang lebih 500 meter.
Menurut Bambang, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan penataan kabel ke-31 sejak program dimulai pada 2025. Setiap pekan, Diskominfo bersama perangkat daerah terkait dan para operator telekomunikasi turun langsung ke lapangan untuk melakukan penataan.
“Program ini berjalan secara rutin setiap hari Rabu. Seluruh pihak yang terlibat berkolaborasi agar proses penataan bisa dilakukan secara bertahap di berbagai titik,” katanya.
Hingga akhir Juli 2026, panjang kabel yang telah dirapikan mencapai sekitar 15 kilometer. Capaian itu, kata Bambang, menunjukkan komitmen pemerintah bersama para penyedia layanan telekomunikasi dalam menata infrastruktur jaringan di Kota Cimahi.
Sebelum penataan dilakukan, pemerintah juga lebih dahulu menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada warga dan pelaku usaha yang berada di sepanjang jalur pekerjaan. Langkah itu ditempuh agar proses penataan dapat berlangsung lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat.
“Kami selalu menyampaikan rencana pekerjaan kepada masyarakat terlebih dahulu agar mereka mengetahui tujuan penataan ini. Dengan komunikasi yang baik, pelaksanaan di lapangan juga menjadi lebih mudah,” ucapnya.
Bambang berharap sinergi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan masyarakat terus terjalin sehingga penataan kabel udara di Kota Cimahi dapat diselesaikan secara bertahap.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar target menciptakan Cimahi yang lebih rapi, aman, dan bebas dari kabel semrawut bisa segera terwujud,” pungkasnya.*
