Kota Baru Parahyangan Kembangkan Kawasan Komersial Lewat Wangsakerta Business Loft

Kota Baru Parahyangan (KBP), Kabupaten Bandung Barat, meluncurkan Wangsakerta Business Loft sebagai kawasan ruang usaha baru.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Kota Baru Parahyangan (KBP), Kabupaten Bandung Barat, meluncurkan Wangsakerta Business Loft sebagai kawasan ruang usaha baru yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelaku bisnis, khususnya di sektor perkantoran dan layanan profesional.

Produk komersial terbaru tersebut menyasar berbagai jenis usaha, mulai dari perusahaan jasa, konsultan, firma hukum, agensi kreatif, startup, hingga bisnis berbasis layanan yang membutuhkan ruang kerja modern.

Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali mengatakan, kehadiran Wangsakerta Business Loft merupakan bagian dari pengembangan kawasan komersial seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di kota mandiri tersebut.

“Wangsakerta Business Loft kami hadirkan sebagai ruang bisnis modern yang tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi investor melalui lokasi yang strategis, captive market yang terus bertumbuh, serta potensi kenaikan nilai properti dalam jangka panjang,” ujar Ryan, Jumat (7/8/2026).

Ia menilai kebutuhan ruang usaha profesional terus meningkat sejalan dengan perkembangan Kota Baru Parahyangan sebagai kawasan hunian dan bisnis terpadu.

Bangunan Wangsakerta Business Loft mengusung konsep arsitektur modern kontemporer dengan desain ruang yang fleksibel. Penggunaan material kaca berukuran besar, fasad bergaya modern, serta elemen bangunan yang elegan dirancang untuk menghadirkan citra profesional bagi para pelaku usaha.

Lokasinya berada di kawasan Tatar Wangsakerta atau sekitar 1,5 kilometer dari gerbang utama Kota Baru Parahyangan. Posisi tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan berbagai fasilitas yang telah beroperasi, seperti institusi pendidikan, Town Center, area rekreasi, hingga fasilitas publik lainnya.

Menurut Ryan, keberadaan fasilitas tersebut menciptakan pasar yang potensial sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan.

Ia juga mengungkapkan nilai properti di Kota Baru Parahyangan terus menunjukkan tren positif.

“Pertumbuhan nilai properti di Kota Baru Parahyangan mencapai lebih dari 8 persen setiap tahun. Hal ini didukung pembangunan kawasan yang berkelanjutan, bertambahnya fasilitas kota, meningkatnya jumlah penghuni yang kini mencapai sekitar 4.500 kepala keluarga, serta konektivitas yang semakin baik,” kata Ryan.

Menurut dia, kondisi tersebut membentuk ekosistem yang mendukung perkembangan bisnis sekaligus menjaga nilai investasi properti dalam jangka panjang.

Kota Baru Parahyangan juga terus diperkuat oleh peningkatan infrastruktur, termasuk akses menuju Jalan Tol Cipularang dan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang. Dukungan fasilitas pendidikan, komersial, rekreasi, dan gaya hidup turut memperkuat kawasan tersebut sebagai salah satu tujuan investasi properti di Bandung Raya.

Kota Baru Parahyangan merupakan kota mandiri seluas lebih dari 2.000 hektare di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Selama lebih dari 25 tahun, kawasan ini dikembangkan sebagai kota terpadu yang memadukan fungsi hunian, pendidikan, komersial, rekreasi, serta ruang terbuka hijau dalam satu kawasan.*

 

 

Pos terkait