SATUMEDIA.ID – Akses langsung yang menghubungkan kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP) dengan Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tengah dipersiapkan.
Pengembangan akses tersebut melibatkan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan pengelola Kota Baru Parahyangan.
Jalur baru itu dirancang untuk mempermudah mobilitas penumpang sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di sekitar Stasiun Whoosh Padalarang.
Selain jalan penghubung, rencana tersebut mencakup sejumlah fasilitas pendukung, seperti park and ride, area drop-off, dan skybridge yang menghubungkan kawasan menuju area stasiun.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, akses menuju stasiun menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan perjalanan penumpang Whoosh.
Menurut Eva, pengalaman perjalanan penumpang tidak hanya ditentukan oleh layanan selama berada di dalam kereta, tetapi juga kemudahan saat menuju dan meninggalkan stasiun.
“Karena itu, kami bersama pemerintah daerah dan pihak terkait terus mendorong pengembangan akses menuju Stasiun Padalarang agar mobilitas penumpang semakin mudah dan lancar,” kata Eva dalam keterangan tertulis, Minggu (21/9/2026).
Saat ini, kendaraan yang menuju Stasiun Whoosh Padalarang masih mengandalkan jaringan jalan eksisting di sekitar kawasan stasiun.
Aktivitas antar-jemput penumpang dan pergerakan kendaraan pada waktu tertentu dapat meningkatkan kepadatan lalu lintas.
Dengan adanya akses langsung dari Kota Baru Parahyangan, arus kendaraan nantinya diharapkan dapat terbagi sehingga beban pada jaringan jalan yang sudah ada dapat berkurang.
Fasilitas pendukung juga disiapkan untuk menata pergerakan penumpang. Park and ride akan menjadi pilihan bagi pengguna kendaraan pribadi, sedangkan area drop-off ditujukan untuk menata aktivitas antar-jemput.
Sementara itu, skybridge akan disediakan sebagai akses bagi pejalan kaki menuju kawasan Stasiun Whoosh Padalarang.
Masuk Tahap Pembahasan
Rencana pembangunan akses Kota Baru Parahyangan menuju Stasiun Whoosh Padalarang sebelumnya telah dituangkan dalam kesepakatan bersama empat pihak pada Agustus 2025.
Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan konsultasi publik, survei bersama atau joint survey, hingga proses penetapan lokasi.
Hingga Agustus 2026, para pihak masih melakukan pembahasan mengenai penyesuaian rencana aksi dan tahapan lanjutan pembangunan akses tersebut.
Eva memastikan KCIC terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, pengelola Kota Baru Parahyangan, dan pihak terkait lainnya.
“Pengembangan akses yang terintegrasi diharapkan tidak hanya memudahkan penumpang Whoosh, tetapi juga mendukung kelancaran lalu lintas dan mobilitas masyarakat di kawasan Padalarang,” ujar Eva.*




