SATUMEDIA.ID – Tren memiliki hunian kedua atau second home mulai menjadi pilihan sebagian masyarakat perkotaan, termasuk warga Jakarta.
Hunian tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat beristirahat saat akhir pekan atau liburan, tetapi juga mulai dipertimbangkan sebagai aset investasi yang dapat menghasilkan pendapatan melalui penyewaan.
Salah satu kawasan yang menawarkan konsep tersebut adalah Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali mengatakan, kawasan tersebut dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan hunian, tetapi juga sebagai kota mandiri yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat.
Kota Baru Parahyangan memiliki luas sekitar 1.250 hektare dan dikembangkan dengan konsep kota terpadu yang memadukan kawasan hunian, pendidikan, fasilitas komersial, serta ruang terbuka hijau.
Kawasan tersebut berada di ketinggian sekitar 650-900 meter di atas permukaan laut sehingga menawarkan suasana yang relatif sejuk dengan lanskap perbukitan dan danau.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat Jakarta yang mencari hunian di luar kota untuk digunakan sebagai tempat tinggal sementara maupun rumah liburan keluarga,” kata Ryan, Jumat (2/10/2026).
Bisa menjadi aset produktif
Menurut Ryan, keberadaan hunian di kawasan tersebut juga membuka peluang bagi pemilik untuk memanfaatkan propertinya sebagai aset produktif ketika tidak sedang digunakan.
“Skema penyewaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar, mulai dari sewa harian, bulanan hingga tahunan,” ujarnya.
Sewa harian atau short stay, misalnya, dapat menyasar wisatawan dan keluarga yang berkunjung ke Bandung. Sementara sewa bulanan dapat menyasar pekerja atau profesional yang beraktivitas di wilayah Bandung Barat.
Adapun sewa tahunan dapat menjadi pilihan bagi keluarga atau penghuni yang membutuhkan tempat tinggal dalam jangka lebih panjang.
Dengan pola tersebut, pemilik rumah memiliki opsi untuk tetap menggunakan propertinya sebagai second home sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan ketika rumah sedang tidak ditempati.
Potensi investasi di kawasan ini juga dikaitkan dengan perkembangan nilai properti.
Sejumlah laporan pasar yang dikutip dalam materi menyebutkan kenaikan nilai properti di Kota Baru Parahyangan berada pada kisaran 7-10 persen per tahun.
Sementara itu, berdasarkan data listing Rumah123 pada 2026 yang disebut dalam materi, rumah keluarga di kawasan Kota Baru Parahyangan ditawarkan untuk disewa dengan harga sekitar Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per tahun.
Dengan harga rumah yang berada di kisaran Rp 1,5 miliar hingga Rp 6 miliar, rental yield secara sederhana berada sekitar 2-3 persen per tahun, sebelum memperhitungkan biaya perawatan, pajak, kekosongan unit, dan biaya pengelolaan.
Untuk skema sewa jangka pendek, data Airbnb yang dikutip dalam materi menunjukkan tarif hunian di kawasan tersebut berada di kisaran Rp 1,8 juta hingga Rp 3 juta per malam pada 2026.
Besaran pendapatan dari skema tersebut tetap bergantung pada tingkat okupansi, tarif aktual, biaya operasional, serta periode properti tidak tersewa.
Faktor konektivitas juga menjadi pertimbangan bagi masyarakat Jakarta yang ingin memiliki hunian di Bandung Barat.
Kehadiran Kereta Cepat Whoosh melalui Stasiun Padalarang membuat perjalanan dari Jakarta menuju wilayah Bandung Barat semakin mudah. Dari stasiun tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kota Baru Parahyangan.
Akses jalan tol juga menjadi pilihan. Kota Baru Parahyangan terhubung dengan kawasan Padalarang melalui jaringan Jalan Tol Cipularang.
Kawasan tersebut juga didukung akses jalan melalui Flyover Simpang Padalarang yang memberikan alternatif konektivitas menuju area Kota Baru Parahyangan.
Ryan mengatakan, kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan kawasan, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang menginginkan hunian dengan aksesibilitas yang tetap baik.
Dengan berbagai pilihan akses tersebut, masyarakat Jakarta dapat menjangkau kawasan Bandung Barat untuk kebutuhan akhir pekan maupun aktivitas lainnya dengan waktu perjalanan yang semakin efisien.
Pada akhirnya, konsep second home membuat fungsi properti tidak hanya sebagai tempat tinggal sementara.
Pemilik dapat menggunakan rumah untuk kebutuhan pribadi, sementara pada periode tertentu properti dapat disewakan untuk menghasilkan pendapatan.
Bagi calon pembeli, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan harga properti, lokasi, prospek kawasan, biaya kepemilikan, tingkat hunian, biaya pengelolaan, serta kondisi pasar properti.
Kota Baru Parahyangan menjadi salah satu kawasan yang menggabungkan konsep hunian, rekreasi, dan investasi dalam pengembangan kota mandiri di Bandung Barat.*





