Warga Cimahi Rayakan HUT Ke-81 RI dengan Konsep ‘Superhero Bersama Rakyat’

Super Hero memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 06/03, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/8/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 06/03, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (17/8/2026), berlangsung dengan cara yang berbeda.

Jika biasanya peringatan 17 Agustus diisi dengan lomba makan kerupuk, balap karung, atau tarik tambang, warga setempat memilih menghadirkan karakter superhero untuk menghibur masyarakat.

Kehadiran Spider-Man dan sejumlah karakter Power Rangers sontak membuat suasana lingkungan tersebut semarak. Anak-anak berhamburan menuju lapangan untuk melihat lebih dekat tokoh yang selama ini mereka kenal melalui layar televisi.

Sorak-sorai dan tawa anak-anak pun terdengar sepanjang acara. Para superhero tak hanya berkeliling menyapa warga, tetapi juga menjadi bagian dari kemeriahan perayaan kemerdekaan.

Ketua RT 06, Ujang Wawan, mengatakan konsep bertajuk “Superhero Bersama Rakyat” tersebut berawal dari evaluasi perayaan HUT RI tahun sebelumnya.

Saat itu, warga menghadirkan badut sebagai hiburan. Antusiasme anak-anak ternyata sangat tinggi sehingga pengurus lingkungan mencoba menghadirkan konsep yang lebih menarik pada tahun ini.

“Setelah melihat respons warga tahun lalu, kami berdiskusi dengan panitia untuk mencari sesuatu yang bisa lebih menarik. Akhirnya muncul gagasan menghadirkan karakter superhero,” ujar Ujang.

Menurut Ujang, pemilihan tema superhero bukan semata-mata untuk menghadirkan hiburan. Ia ingin momentum kemerdekaan juga menjadi sarana memberikan pesan positif kepada anak-anak.

Karena itu, pelaksanaan kegiatan diserahkan kepada Karang Taruna dengan dukungan penuh dari pengurus RT.

“Saya memberikan keleluasaan kepada Karang Taruna untuk menyusun konsep acaranya. Yang penting kegiatan 17 Agustus ini memberikan hiburan sekaligus membawa nilai positif bagi warga,” katanya.

Ujang menilai karakter superhero dapat menjadi media sederhana untuk mengenalkan nilai-nilai kebaikan kepada anak sejak dini.

Anak-anak, kata dia, bisa diajak memahami pentingnya menghormati orangtua, berbuat baik kepada sesama, serta memiliki keberanian untuk membela hal yang benar.

“Lewat karakter yang mereka sukai, kami ingin menyelipkan pesan tentang kebaikan dan kepatuhan kepada orangtua. Harapannya, nilai itu bisa dikenalkan sejak mereka masih kecil,” tutur Ujang.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan warga dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sejumlah warga memberikan bantuan, baik dalam bentuk dana maupun tenaga.

Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada warga yang ikut membantu, baik melalui sumbangan maupun tenaga. Kegiatan ini bisa terlaksana karena kebersamaan warga,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna RT 06/03, Adi Juniawan, mengatakan tema superhero dipilih terutama untuk memberikan pengalaman berbeda bagi warga, khususnya anak-anak.

Menurut Adi, kegembiraan anak-anak menjadi pertimbangan utama dalam menentukan konsep acara.

“Kami ingin membuat suasana yang bisa dinikmati semua warga. Anak-anak memang terlihat paling antusias, tetapi orangtua juga bisa ikut menikmati suasana perayaan ini,” kata Adi.

Persiapan acara tersebut dilakukan dalam waktu relatif singkat. Karang Taruna hanya memiliki waktu sekitar dua pekan untuk mematangkan konsep hingga pelaksanaan.

Meski demikian, keterlibatan anggota Karang Taruna dan warga membuat seluruh rangkaian acara dapat dipersiapkan dengan baik.

“Waktunya memang tidak panjang, hanya sekitar dua minggu. Namun, karena semua anggota ikut bekerja sama, persiapannya bisa berjalan,” ujarnya.

Adi mengatakan, karakter superhero yang tampil dalam acara tersebut berasal dari berbagai sumber. Sebagian merupakan warga setempat yang bersedia mengenakan kostum, sementara karakter lainnya didatangkan dari luar lingkungan RT.

“Karakter yang tampil cukup beragam. Ada yang berasal dari warga sendiri dan ada yang kami datangkan dari luar. Untuk kostum, sebagian juga merupakan sumbangan dari warga,” jelas Adi.

Bagi Adi, keberhasilan perayaan kemerdekaan kali ini tidak ditentukan oleh besarnya biaya maupun kemewahan acara.

Hal terpenting, kata dia, adalah terciptanya suasana kebersamaan dan munculnya kegembiraan warga, terutama anak-anak.

“Ukuran keberhasilannya sederhana, ketika anak-anak senang dan warga ikut menikmati acaranya. Antusiasmenya tinggi dan itu yang membuat kami merasa kegiatan ini berhasil,” tandasnya.*

Pos terkait