BMKG Perkirakan Gempa Susulan Flores Masih Berpotensi Terjadi hingga 4 Minggu

Ilustrasi gempa.(Pixabay).**

SATUMEDIA.ID – Aktivitas gempa bumi susulan setelah gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih belum berakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan masih dapat terjadi hingga tiga sampai empat minggu ke depan.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, perkiraan tersebut berdasarkan pemantauan sementara terhadap aktivitas kegempaan pascagempa utama yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

“Data sementara menunjukkan aktivitas gempa susulan ini masih akan berlangsung sekitar tiga sampai empat minggu ke depan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengurangi kewaspadaan,” ujar Wijayanto dalam siaran pers dikutip Kamis (19/8/2026).

Hingga Rabu pukul 05.00 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2.

Dari jumlah tersebut, terdapat 24 gempa susulan dengan magnitudo lebih dari 5. Sementara itu, sebanyak 81 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Ribuan Gempa Susulan dalam Empat Hari

Jumlah gempa susulan tersebut terus bertambah sejak gempa utama M7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah. Berdasarkan pengamatan stasiun pasang surut, tsunami tercatat di 16 lokasi yang tersebar di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT, yakni 1,605 meter pada pukul 05.03 WIB. Sementara ketinggian terendah terpantau di Bakalang, Alor, NTT, sebesar 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.

Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG setelah gempa utama kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Warga Diminta Waspadai Bangunan Rusak

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan struktur karena guncangan susulan berpotensi memperburuk kondisi bangunan.

BMKG juga telah mengerahkan tim dari kantor pusat dan unit pelaksana teknis untuk melakukan survei di wilayah terdampak.

Survei tersebut meliputi pemantauan gempa susulan, survei makroseismik, pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW), serta verifikasi dampak tsunami di lapangan.

Hasil survei akan digunakan untuk mendukung pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pemetaan mikrozonasi, evaluasi kondisi wilayah terdampak, dan penyusunan rekomendasi mitigasi.

Dengan potensi aktivitas gempa susulan hingga empat minggu ke depan, BMKG meminta masyarakat terus mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.*

Pos terkait