Sumur Warga Mulai Menyusut, 250 KK di Banjar Kesulitan Air Bersih

Sumur-sumur warga di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai menyusut akibat musim kemarau.(Dok.Kementerian PU).**

SATUMEDIA.ID – Sumur-sumur warga di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai menyusut akibat musim kemarau.

Debit air yang terus berkurang membuat sebagian warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan memasak dan minum.

Kondisi tersebut membuat pemerintah turun tangan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan air bersih.

Sebanyak 12.000 liter air bersih dikirim ke tiga desa yang mengalami keterbatasan pasokan air, yakni Desa Benua Anyar, Desa Alalak Padang, dan Desa Sindang Jaya.

Dari jumlah tersebut, masing-masing 2.000 liter disalurkan ke Desa Benua Anyar dan Desa Alalak Padang.

Sementara Desa Sindang Jaya mendapatkan pasokan paling besar, yakni 8.000 liter air bersih.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 250 kepala keluarga (KK) yang terdampak berkurangnya sumber air akibat kemarau

Kekeringan membuat sumber air yang selama ini diandalkan warga mengalami penurunan debit.

Air dari sumur warga yang biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga kini tidak lagi mencukupi. Kondisi itu memaksa masyarakat mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin Dedi Supriyadi mengatakan, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.

“Penanganan kekeringan dilakukan secara cepat dan terukur dengan menyalurkan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak,” ujar Dedi.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Menurut dia, kekeringan harus ditangani secara cepat dan terkoordinasi agar tidak semakin berdampak terhadap kebutuhan masyarakat maupun sektor lainnya.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan,” kata Dody dikutip dari laman Kementerian PU, Minggu (30/8/2026).

Ia menegaskan, pemerintah akan terus berupaya menjaga kebutuhan air masyarakat sekaligus mempertahankan produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Penanganan di Kecamatan Cintapuri Darussalam dilakukan melalui koordinasi antara unit pelaksana teknis Kementerian PU, pemerintah daerah, dan pihak terkait.

Distribusi bantuan air bersih akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Kementerian PU juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia selama musim kemarau.*

 

Pos terkait