SATUMEDIA.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan Jalan Tol Palembang-Betung, termasuk Jembatan Musi V, dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.
Jembatan Musi V menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan Tol Palembang-Betung yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS).
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, mengatakan pembangunan Tol Palembang-Betung menjadi bagian dari upaya memperpanjang konektivitas jalan tol di Pulau Sumatera.
Menurut dia, jaringan tol yang menghubungkan Lampung hingga wilayah Sumatera bagian tengah memiliki potensi besar terhadap peningkatan lalu lintas sekaligus aktivitas ekonomi.
“Ruas tol yang sudah beroperasi saat ini menghubungkan Bakauheni hingga Palembang. Selanjutnya pembangunan diteruskan ke Betung dan diharapkan dapat berlanjut menuju Jambi,” ujar Triono saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi proyek, Kamis (17/9/2026).
Ia mengatakan konektivitas tersebut nantinya diharapkan dapat terus diperpanjang hingga Pekanbaru sehingga terbentuk jaringan tol yang lebih terintegrasi di Sumatera.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengatakan Jembatan Musi V telah mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi Struktur pada 6 Juli 2026.
Jembatan tersebut memiliki bentang utama sepanjang 380 meter. Sementara itu, jembatan pendekat memiliki panjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus.
Dengan demikian, total panjang struktur Jembatan Musi V mencapai 1.684 meter.
“Jembatan Musi V merupakan struktur khusus dengan bentang utama 380 meter. Untuk memastikan kondisi struktur terus terpantau, nantinya dipasang Structural Health Monitoring System yang dilengkapi 100 sensor,” kata Ni Komang dikutip dari laman Kementerian PU.
Sistem tersebut digunakan untuk memantau kondisi kesehatan struktur dan aspek keselamatan jembatan selama masa pengoperasian.
Tol Palembang-Betung 69,19 Kilometer
Jalan Tol Palembang-Betung memiliki panjang total 69,19 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi.
Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026. Sementara Seksi 3 ditargetkan rampung pada kuartal I 2027.
Pada tahap awal, jalan tol tersebut dibangun dengan konfigurasi 2×2 lajur. Kapasitasnya direncanakan ditingkatkan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir.
Nilai investasi proyek mencapai Rp 14,98 triliun. Dari jumlah tersebut, biaya konstruksi sekitar Rp 13,90 triliun dan pembebasan lahan sekitar Rp 390 miliar.
Masa konsesi Jalan Tol Palembang-Betung ditetapkan selama 50 tahun.
Kementerian PU berharap sebagian ruas tol tersebut dapat difungsikan saat periode Nataru 2026-2027 sehingga dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas dan memperlancar mobilitas masyarakat.
Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, mengatakan penyelesaian proyek masih menghadapi kendala pembebasan lahan, terutama pada sejumlah titik yang berkaitan dengan akses masyarakat.
Menurut Sugeng, struktur utama Jembatan Musi V telah rampung. Namun, penyelesaian sejumlah infrastruktur pendukung tetap harus dilakukan agar akses menuju permukiman warga tidak terputus.
“Masih ada beberapa titik pembebasan lahan yang perlu diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan akses masyarakat. Ada tujuh jembatan kecil yang juga harus dituntaskan bersamaan dengan akses jalan lama menuju permukiman,” kata Sugeng.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mengatakan pihaknya mendukung percepatan pembangunan Tol Palembang-Betung. Namun, percepatan tersebut harus tetap memperhatikan keselamatan kerja dan kualitas konstruksi.
Ia meminta komunikasi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaksana proyek, dan masyarakat terus diperkuat untuk menyelesaikan persoalan pembebasan lahan.
“Karena proyek ini merupakan proyek strategis nasional, komunikasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus dilakukan secara persuasif agar target penyelesaiannya dapat tercapai,” ujar Syaiful.
Pemerintah berharap penyelesaian Tol Palembang-Betung dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tol tersebut.*

