SATUMEDIA.ID – Jembatan Pemkot Cimahi mulai kembali dibuka untuk lalu lintas pada Senin (7/9/2026) pukul 08.00 WIB.
Namun, pembukaan jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Cimahi itu masih dilakukan secara terbatas.
Untuk tahap awal, hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas selama 24 jam. Sementara kendaraan roda empat masih harus menunggu hingga pekerjaan konstruksi dinyatakan aman dan selesai.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pembatasan tersebut dilakukan karena proses perbaikan jembatan belum sepenuhnya rampung.
Menurut dia, pemerintah tidak ingin mempercepat pembukaan akses kendaraan tanpa memastikan konstruksi benar-benar aman digunakan.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan pekerja. Karena pekerjaannya belum selesai 100 persen, maka untuk sementara kendaraan roda dua yang kami izinkan melintas,” ujar Ngatiyana saat meninjau lokasi jembatan, Senin.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut telah berusia sekitar 25 tahun dan belum mendapatkan pembaruan konstruksi secara signifikan.
Kondisi struktur jembatan sebelumnya juga mengalami penurunan serta pergerakan tanah yang dipengaruhi persoalan air dan minimnya fondasi pendukung.
Karena itu, perbaikan kali ini tidak hanya menyasar bagian permukaan, tetapi juga memperkuat struktur hingga mencapai lapisan tanah keras.
“Strukturnya kami perkuat sampai ke tanah keras dengan pengeboran yang lebih dalam. Harapannya, jembatan ini bisa lebih kuat dan memiliki daya tahan yang lebih panjang,” kata Ngatiyana.
Ngatiyana menuturkan, akses bagi kendaraan roda empat ditargetkan dapat dibuka dalam dua hingga tiga pekan mendatang.
Pemerintah Kota Cimahi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sepanjang September 2026.
Untuk mengejar target tersebut, pengerjaan konstruksi dilakukan secara intensif, termasuk pada siang dan malam hari.
Meski demikian, Ngatiyana memastikan percepatan pekerjaan tidak akan dilakukan dengan mengorbankan standar teknis konstruksi.
“Kami terus mengerjakan secara intensif, baik siang maupun malam. Tetapi standar spesifikasi teknis tetap menjadi prioritas agar hasil akhirnya benar-benar aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi jembatan dan arus lalu lintas akan terus dipantau selama masa pembukaan terbatas.
Ngatiyana juga meminta pengendara sepeda motor yang melintas untuk mematuhi aturan, menjaga jarak, serta tertib saat terjadi antrean di sekitar jembatan.
“Pengguna jalan kami minta tetap tertib dan saling menjaga keselamatan. Jangan sampai pembukaan ini justru menimbulkan persoalan baru di lapangan,” katanya.
Dibukanya kembali jembatan tersebut disambut warga yang selama ini terdampak rekayasa lalu lintas akibat pekerjaan konstruksi.
Namun, masih ada pengguna jalan yang menyoroti ketepatan waktu operasional jembatan.
Salah satunya Abah Cece. Ia berharap jadwal yang telah disampaikan pemerintah kepada masyarakat dapat benar-benar dijalankan secara konsisten.
Menurut dia, kepastian waktu pembukaan penting karena banyak warga mengandalkan akses tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kalau sudah diumumkan buka pukul 08.00 WIB, seharusnya masyarakat bisa melintas sesuai jadwal. Banyak yang harus mengantar anak sekolah dan berangkat bekerja,” ujar Abah Cece.
Ia berharap pembukaan terbatas ini menjadi awal kembalinya akses lalu lintas secara normal, terutama setelah kendaraan roda empat nantinya diperbolehkan melintas.
Dengan dibukanya jembatan untuk sepeda motor, pemerintah berharap mobilitas warga dapat mulai kembali normal sembari pekerjaan penguatan struktur diselesaikan.*





