SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyiapkan langkah penanganan terhadap sejumlah rumah warga yang terdampak longsor di Kampung Bojongloa Pojok RT 01/RW 17, Desa/Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, dua rumah warga yang berada di sekitar Daerah Irigasi (DI) Leuwikuya harus dipindahkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
Menurut Dadang, penghuni rumah tersebut akan mendapatkan tempat tinggal sementara selama tiga bulan dengan biaya sewa dari pemerintah. Langkah itu dilakukan sembari menunggu penanganan permanen terhadap rumah mereka.
“Kami memindahkan dua rumah yang lokasinya berada di pinggir saluran Leuwikuya. Untuk sementara mereka akan dikontrakkan selama tiga bulan agar lebih aman dan tidak terkena dampak longsor susulan,” ujar Dadang yang akrab dipanggil KDS saat meninjau lokasi longsor, Kamis (10/9/2026).
KDS mengatakan, total ada 10 rumah yang terdampak. Untuk penanganan terhadap rumah warga terdampak akan dilakukan melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu).
“Total ada 10 rumah yang akan kami tangani. Dua rumah akan ditangani Baznas dengan skema pemindahan lokasi, sedangkan delapan rumah lainnya menjadi bagian dari penanganan pemerintah daerah,” katanya.
Diketahui longsor terjadi pada Rabu (9/9/2026) dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah Kutawaringin pada Selasa (8/9/2026) malam.
Tanggul irigasi jebol
Selain merusak rumah warga, material longsor juga menghantam dan menutup saluran Irigasi Lewikuya. Menyebabkan terganggunya pendistribusian air .
Ia mengatakan, penanganan bencana tersebut dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai pihak atau secara pentahelix.
Sekitar 300 orang warga dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Pemerintah juga menyiapkan karung sebagai bagian dari penanganan darurat di lokasi.
Pemerintah Desa Kutawaringin bersama Pemerintah Kecamatan Kutawaringin kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, serta BPBD Kabupaten Bandung.
Masyarakat bersama pemerintah juga bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup area terdampak.
Lokasi bencana di kawasan Daerah Irigasi Leuwikuya juga sudah ditinjau Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat melalui UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum.
Berdasarkan hasil kaji cepat UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum, longsor terjadi pada tanah di saluran induk Leuwikuya sepanjang sekitar 30 meter.
Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang membuat tanah menjadi jenuh air dan kehilangan kestabilannya. Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan pada bangunan saluran irigasi.
“Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah semakin jenuh dan tidak stabil. Kerusakan pada bangunan saluran juga turut memengaruhi kestabilan lereng hingga akhirnya terjadi longsor,” demikian hasil kaji cepat tim UPTD PSDA Wilayah Sungai Citarum.
Untuk penanganan darurat, petugas melakukan pemasangan karung dan penambalan pada bagian saluran yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan penanganan sementara terus dilakukan sambil menyiapkan langkah perbaikan lebih lanjut untuk mencegah risiko longsor susulan.*





