SATUMEDIA.ID – Ruas Jalan Cibeber-Sukahaji di Desa Lebak Muncang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang sebelumnya menjadi sorotan publik akibat kerusakan parah dan longsor, kini telah selesai diperbaiki dan diresmikan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, perbaikan jalan sepanjang 2,4 kilometer tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat, terutama karena jalur itu menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pembangunan jalan tersebut menelan anggaran Rp 15,2 miliar yang bersumber dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Menurut Dadang yang akrab disapa KDS, penyelesaian proyek ini tidak terlepas dari koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah.
Ia pun mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum, serta jajaran terkait yang telah membantu merealisasikan perbaikan jalan tersebut.
“Penyelesaian ruas Cibeber-Sukahaji menjadi bukti pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat,” ujar KDS dikutip dari akun Instagram @dadangsupriatna, Kamis (22/10/2026).
KDS menjelaskan, dari total panjang jalan kabupaten di Bandung yang mencapai sekitar 1.500 kilometer, kurang lebih 1.100 kilometer di antaranya telah tertangani.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 400 kilometer jalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pemerintah Kabupaten Bandung berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur jalan dapat terus berlanjut. Salah satu ruas yang diharapkan mendapat perhatian berikutnya adalah Jalan Londok.
Ia menargetkan seluruh ruas jalan kabupaten dapat ditangani hingga 2028. Namun, realisasi target tersebut tetap bergantung pada ketersediaan anggaran dan dukungan pembiayaan.
Selain mendorong percepatan perbaikan jalan, ia mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar kondisinya tetap baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Jalan yang memadai tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas warga, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitarnya,” tandasnya.*





