Pangalengan Diguncang 47 Gempa Dangkal, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Tim gabungan Kecamatan Pangalengan dan BPBD Kabupaten Bandung melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terdampak gempa.(Instagram Kecamatan Pangalengan).**

SATUMEDIA.ID – Sebanyak 47 gempa dangkal tercatat mengguncang wilayah Pangalengan dan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam beberapa waktu terakhir.

Camat Pangalengan Vena Andriawan mengatakan, rangkaian gempa tersebut menjadi perhatian pemerintah kecamatan bersama sejumlah pihak terkait. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

“Catatan BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa dangkal yang terjadi secara beruntun di wilayah Pangalengan dan sekitarnya. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengurangi kewaspadaan,” ujar Vena melalui keterangan yang dikutip dari akun Instagram Kecamatan Pangalengan, Sabtu (19/9/2026) malam.

Menurut Vena, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di daratan yang berada pada kedalaman relatif dangkal.

Getaran dari gempa dilaporkan sempat dirasakan oleh masyarakat. Intensitas getaran mencapai Skala III Modified Mercalli Intensity (MMI), yang dirasakan seperti getaran akibat kendaraan berat melintas.

“Getarannya dirasakan oleh sebagian warga, namun sampai sekarang belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun dampak lainnya,” kata dia.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Vena bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terdampak.

Pengecekan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, pihak Kecamatan Pangalengan, serta Star Energy.

Vena mengatakan, hasil pemeriksaan lapangan memastikan rangkaian gempa tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas panas bumi atau geothermal.

“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa rentetan gempa ini bukan disebabkan oleh aktivitas geothermal,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi antarinstansi akan terus dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, sekaligus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

“Koordinasi kami perkuat agar seluruh pihak memiliki informasi yang sama dan siap mengambil langkah mitigasi apabila situasi berkembang,” tutur Vena.

Vena juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Jika gempa kembali terjadi, masyarakat diminta segera mencari tempat yang aman dan menjauhi bangunan maupun benda yang berpotensi roboh atau membahayakan.

“Yang terpenting masyarakat tidak panik, tetap waspada, dan saling menjaga. Untuk informasi kebencanaan, ikuti selalu arahan dari BMKG dan BPBD,” kata Vena.*

Pos terkait