Warga Cililin KBB Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Cemas Usai Pesan Ini Beredar

Ilustrasi pekerja migran yang mengalami penyekapan.(Dok.Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Seorang perempuan asal Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sri Nurhaida Pratiwi, dilaporkan diduga mengalami penyekapan saat bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Kasus ini menjadi perhatian setelah keluarga menerima informasi yang mengindikasikan Sri berada dalam situasi berbahaya.

Kepala Desa Cililin, Tedy Kusniadi, mengatakan, Sri diduga berangkat ke Dubai melalui jalur nonprosedural dengan bantuan seorang sponsor. Keberangkatan tersebut disinyalir tidak dilengkapi dokumen administrasi dan perizinan sebagaimana mestinya.

Menurut Tedy, pemerintah desa tidak pernah menerima pengajuan dokumen dari Sri untuk keperluan bekerja di luar negeri.

“Dalam catatan pemerintah desa, tidak ada pengurusan administrasi keberangkatan Sri sebagai pekerja migran. Informasi yang kami terima, dia berangkat atas bantuan sponsor secara mandiri,” kata Tedy, Selasa (13/10/2026).

Tedy menjelaskan, Sri sebelumnya pernah bekerja di Arab Saudi sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Setelah menyelesaikan pekerjaannya di negara tersebut, Sri kembali ke kampung halamannya di Cililin dengan selamat.

Namun, ketika kembali memutuskan bekerja di luar negeri, Sri memilih Dubai sebagai negara tujuan. Persoalan diduga muncul tidak lama setelah dia tiba di tempat kerja barunya.

Tedy menyebut, Sri baru bekerja selama tiga hari di rumah majikannya sebelum memutuskan pergi. Keputusan itu diduga dipicu oleh perlakuan majikan yang dinilai keras.

“Baru tiga hari bekerja, Sri memilih meninggalkan rumah majikannya karena merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang diterimanya,” ujar Tedy.

Setelah meninggalkan tempat kerja, Sri diduga bertemu dengan seseorang yang belakangan dikaitkan dengan dugaan penyekapan terhadap dirinya. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, orang tersebut disebut berasal dari Cianjur.

Kondisi Sri semakin mengkhawatirkan setelah beredar percakapan pesan singkat yang diduga menunjukkan bahwa dirinya berada dalam situasi terjebak. Pesan tersebut kemudian menyebar melalui media sosial.

Keluarga Sri telah melaporkan persoalan itu kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat. Mereka juga berupaya meminta bantuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Bandung Barat agar kasus tersebut mendapat perhatian pemerintah.

Tedy berharap laporan itu segera ditindaklanjuti sehingga keberadaan Sri dapat diketahui dan perempuan tersebut memperoleh perlindungan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi calon pekerja migran untuk menempuh jalur resmi. Proses pemberangkatan sesuai ketentuan diperlukan agar identitas, dokumen kerja, serta perlindungan hukum bagi pekerja dapat dipastikan sejak sebelum keberangkatan.*

 

Pos terkait