Kepala Bapelitbangda KBB Rini Sartika Digeser ke Staf Ahli

Pelantikan 4 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Bandung Barat, Senin (2/9/2024).(Dokumen Prokompim Setda KBB).**

SATUMEDIA.ID – Masih ingat dengan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rini Sartika?

Pada akhir tahun lalu, Rini Sartika sempat mencuat di pemberitaan setelah sempat “bersinggungan” dengan sejumlah anggota DPRD KBB dalam rapat bersama TAPD dan Banggar DPRD pada 21 November 2023.

Ketika itu, gabungan Fraksi DPRD KBB meminta kepada Pj Bupati Bandung Barat  Arsan Latif untuk mengevaluasi dan menindaklanjuti kinerja Rini Sartika sebagai Kepala Bapelitbangda.

Desakan itu tertuang dalam surat pernyataan bersama dari 8 fraksi di DPRD KBB. Ditandatangani oleh seluruh ketua fraksi, yaitu Ketua Fraksi PKS  Iman Budiman, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Rahmat Mulyana.

Selanjutnya, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sundaya, Ketua Fraksi Partai Golkar Dadan Supardan, Ketua Fraksi PKB Ade Wawan, Ketua Fraksi Partai Demokrat Pither Tjuandys, Ketua Fraksi PAN K. Wahyu, dan Ketua Fraksi Partai NasDem Didin Rachmat.

Setelah hampir 10 bulan berlalu, Rini Sartika akhirnya digeser dari jabatannya sebagai Kepala Bapelitbangda KBB. Mantan Kasatpol PP KBB ini, kini ditempatkan sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Rini bersama tiga pejabat pimpinan tinggi Pratama lainnya terkena rotasi yang dilaksakan pada Senin (2/9/2024). Jabatan Kepala Bapelitbangda diisi Eriska Hendrayana yang sebelumnya menjabat Eriska Hendrayana dari Kepala Badan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB.

Dua lainnya, Medi dari Staf Ahli kini menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), , serta dr Ridwan Abdulah dari Kepala Dinas Sosial menjadi Kepala Dinas Kesehatan KBB.

Usai pelantikan, Rini Sartika menjadi pejabat yang paling banyak dimintai tanggapannya oleh wartawan. Namun, tak banyak yang disampaikannya, dia hanya menjawab singkat.

“Sebagai ASN harus siap ditempatkan dimana saja. Dan saya harus patuh dan tunduk pada aturan,” jawabnya.

Ketika ditanyakan, kapan mengetahui dirinya akan terkena mutasi? Rini mengaku baru menerima undangan pelantikan sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara pelantikan dilaksanakan pukul 16.00 WIB.

“Hal biasa kalau pemberitahuannya terbilang mendadak. Jadi enggak ada sesuatu yang aneh, semua biasa saja,” ucapnya.

Rini pun enggan berandai-andai soal kemungkinan dirinya digeser dari jabatan Kepala Bapelitbangda KBB karena terkait dengan persoalan lalu.

“Aduh enggak tahu ya. Sekali lagi, bagi saya dimanapun ditempatkan harus siap melaksanakan tugas,” tandasnya.

Terpisah, Pj Bupati Bandung Barat Ade Zakir menegaskan, bahwa pelantikan
sudah mendapat persetujuan dari Kemendagri. “Mana berani kita lantik kalau tanpa izin Kemendagri,” kata Ade Zakir.

Ia menerangkan, rotasi dan mutasi jabatan ini telah berproses sejak jauh-jauh hari melalui tahapan assessment. Mengingat terdapat jabatan kepala OPD di Pemkab Bandung Barat masih kosong sehingga diisis pelaksana tugas.

“Harapan saya buat teman-teman yang baru dilantik agar bisa bekerja sama dan bekerja secara profesional,” tukasnya.*

Pos terkait