SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mendistribusikan ratusan mesin pompa yang berasal dari bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Lukmanul Hakim mengungkapkan, mengantisipasi dampak kemarau pada lahan pertanian hingga saat ini sudah didistribusikan 64 mesin pompa, 15 unit Irpom, 180 unit pompa milik Brigade Kodim 0609, 36 pompa dari anggaran ABT, dan 136 pompa realokasi Brigade Provinsi.
“Melalui pendistribusian mesin pompa air ini, kami berharap lahan pertanian di musim kemarau seperti sekarang masih bisa ditanami,” kata Lukmanul, Kamis (5/9/2024).
Ia mengungkapkan, hingga 2 September 2024 ini pihaknya sudah menerima 728 laporan pemanfaatan pompa air oleh para petani di KBB.
“Setiap hari, kami bersama unsur TNI turun langsung ke lapangan untuk memastikan lahan para petani terbantu dengan program pompanisasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pada musim kemarau sekarang, lahan pertanian padi seluas 111 hektare mengalami kekeringan. Dimana
71 hektare masuk kategori kekeringan ringan dengan indikator kerusakan tanaman 25 persen.
“Sisanya 40 hektare masuk kategori kekeringan sedang dengan kerusakan tanaman padi mencapai 50 persen,” ungkapnya.
Lahan pertanian yang terdampak kekeringan tersebar di Kecamatan Ngamprah, Sindangkerta, Cikalongwetan, Batujajar, dan Cipongkor, Ngamprah, dan Cikalongwetan. Pemerintah telah melakukan upaya untuk memulihkan
71 hektare sawah dari 111,3 hektare
yang terdampak kekeringan ringan.
“Harapannya setelah kita lakukan intervensi, sawah yang masuk kategori ringan bisa pulih,” kata Lukmanul.
Sementara itu, luas lahan baku sawah (LBS) di Bandung Barat ada sekitar 18.000 hektare dengan total sawah tadah hujan seluas 5.508 hektare.





