SATUMEDIA – Hari pertama masuk kerja, Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna, dan Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan beserta istri menggelar halal bihalal dengan Apartur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bandung di Dome Bale Rame Soreang, Selasa (16/4/2024).
Halal bIhalal idilaksanakan usia apel perdana masuk kerja ASN setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1445 Hijriah/ 2024 M di Lapangan Upakarti Pemkab Bandung, Soreang.
Hadir para kepala dinas dan kepala badan, para camat, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bandung, kepala desa, ormas Islam, OKP dan pihak lainnya.
“Melalui halal bIhalal, mari kita bersatu dalam kebahagiaan, memaafkan kesalahan dan mempererat tali persaudaraan di antara sesama manusia,” kata Bupati Dadang Supriatna.
Dadang mengucapkan syukur Alhamdulillah dengan kehadiran ASN pada pelaksanaan halal bIhalal ini para ASN Pemkab Bandung bisa bersilaturahmi.
“Pelaksanaan halal bihalal ini, setelah kita melaksanakan ibadah puasa selama bulan suci Ramadan. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Semoga Allah memberikan usia yang panjang, keberkahan, kesehatan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Aamiin YRA,” tutur Dadang.
“Atas nama pribadi, keluarga dan Pemkab Bandung mengucapkan Idulfitri taqobballohu minna waminkum shiyaamanaa washiyaamakum, mohon maaf lahir batin,” ucapnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan halal bIhalal ini, bertemunya kedua tangan, kemudian diucapkan dalam hati dan utamanya di lisan. Kemudian yang paling penting adalah halal bIhalal ini diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari-hari.
Bupati kembali mengucapkan permohonan maaf atas kesalahan yang telah dilakukan. Ia berharap dengan dilaksanakannya perayaaan Idul Fitri dan halal bI halal ini, bersih dari dosa.
Lebih lanjut Dadang mengatakan bahwa dalam pelaksanaan halal bIhalal bisa saling membubarkan atau membebaskan dosa.
“Ada empat hal yang dapat menyempurnakan halal bIhalal. Dimana bersentuhannya kedua tangan kita dan diucapkan dengan lisan dan dibarengi di dalam hati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sempurnanya silaturahmi dan halal bI halal. Tanpa itu tentunya mubajir,” katanya.
Ia berharap dalam pelaksanaan halal bI halal ini tidak hanya melalui lisan saja, tetapi hati dan prilaku yang baik juga harus diperlihatkan.
“Semoga hikmah kita melaksanakan puasa di bulan suci Ramadan bisa dilaksanakan dan dibawa di bulan Syawal ini guna menuju ketakwaan kepada Allah SWT,” harapnya.
Menurutnya, kehadiran para ASN dalam pelaksanaan halal bIhalal itu sangat penting karena untuk saling memaafkan antara pimpinan dengan para kepala dinas maupun dengan para ASN yang setiap hari bersentuhan terus dalam sebuah kegiatan atau hubungan kerja.
“Diharapkan melalui halal bIhalal ini di antara ASN bisa saling memahami, mengenal dan bisa saling membebaskan dan membubarkan dosa perdosaan kita yang tidak terasa sebelumnya,” tuturnya.*
