Pelaku Gunakan Batang Besi untuk Menghabisi Nyawa Pegawai BKIPM Bandung 

Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan saat memberikan keterangan soal pembunuhan di kompleks BCI, Kecamatan Cihampelas KBB, Selasa (16/4/2024)/DICKY MAWARDI/SATUMEDIA.

SATUMEDIA – Motif dan alat yang digunakan untuk menghabisi nyawa pegawai Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bandung, Didi Hartanto (42) diungkapkan Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan.

“Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, batang besi digunakan untuk menghabisi nyawa korbannya,” kata Kombes Pol Surawan di lokasi kejadian pada Selasa (16/4/2024).

Diketahui, aksi pembunuhan itu menggegerkan warga Kompleks Bumi Citra Indah (BCI), Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Korban dibunuh oleh tersangka berinisial R (31) pada 23 Maret 2024 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pelaku kemudian mengubur jasad korban di ruangan belakang rumah.

Untuk menghilangkan jejak, kemudian pelaku menutup tanah yang digali dengan ubin keramik. Tak hanya itu, pelaku juga sempat membersihkan TKP sampai pagi.

Adapun motif tersangka membunuh korban, lanjut Surawan, berdasarkan pengakuan pelaku karena tidak mau membayar upah kerja di rumah korban.

“Pelaku kesal sampai akhirnya terjadi pembunuhan. Kemudian pelaku membawa dua sepeda motor milik korban, sertifikat rumah, dan telepon genggam,” ungkapnya.

Meski pengakuan tersangka bahwa korban dibunuh dengan menggunakan sebatang besi, namun untuk mengetahui penyebab kematiannya polisi membawa jasadnya ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kompleks BCI, Sugimin (64) mengaku tidak menyangka kalau R tega melakukan tindakan sekeji itu. Pasalnya, R selama ini dikenal baik dan orangnya sopan.

“Dia bersama istri dan anaknya tinggal di kompleks ini masih satu jalur dengan rumah korban. Menempati rumah kakak iparnya,” kata Sugimin.

Tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap, selama ini kerja serabutan. Sering dimintai tolong oleh warga untuk memperbaiki atap rumah yang bocor, membersihkan rumput, membersihkan selokan dan lainnya.

“Saya pun pernah beberapa kali menggunakan jasa R untuk memperbaiki bagian rumah yang rusak,” sebutnya.

Ia melihat antara korban dengan pelaku berteman baik. Korban pun mempercayakan kunci rumahnya kepada pelaku.

“Korban kan tinggal sendirian, jadi kadang yang ngurus rumahnya itu R. Korban sendiri sudah dua tahun tinggal di sini, mungkin karena kesibukannya jadi kurang bersosialisasi dengan warga sini,” tukasnya.*

Pos terkait