SATUMEDIA.ID – Dinilai berhasil memajukan keamanan siber dan persandian di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) KBB, Yoppie Indrawan Iskandar, SE, menerima tanda penghargaan Dharma Persandian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam mendukung penguatan keamanan siber di Kabupaten Bandung Barat,” ujar Yoppie Indrawan Iskandar, belum lama ini.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan Peraturan BSSN Nomor 8 Tahun 2019 tentang penghargaan bagi sumber daya manusia yang berprestasi di bidang keamanan siber dan persandian. Selain itu, penghargaan ini juga diatur melalui Surat Keputusan Kepala BSSN Nomor 246 Tahun 2024 yang ditandatangani oleh Kepala BSSN, Hinsa Siburian.
Ia menjelaskan, Dharma Persandian adalah tanda penghargaan yang diberikan kepada Warga Negara Indonesia yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang keamanan siber dan persandian, baik melalui pelaksanaan tugas yang berkesinambungan maupun inisiatif yang mendorong kemajuan di bidang tersebut.
Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi Pemkab Bandung Barat untuk terus meningkatkan kapasitas dan komitmen dalam bidang keamanan siber, yang kini menjadi salah satu aspek vital dalam tata kelola pemerintahan yang efektif.
Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistika (Diskominfotik) KBB, Yoppie Indrawan mengatakan, di lingkungan Pemkab Bandung Barat tim CSIRT sebenarnya sudah berjalan dan bertugas untuk mengantisipasi serangan siber.
“Jadi tugasnya untuk menghandle, mengantisipasi dan mentreatment, apabila terjadi serangan serangan siber di dunia maya, yang sekarang-sekarang ini gencar menyerang ke situs-situs resmi pemerintahan,” kata Yoppie.
Yoppie mengatakan bahwa sebenarnya untuk rutinitas tersebut sudah dilakukan pihaknya, hanya tinggal disyahkan saja sebagai tim CSIRT.
“Salah satu yang sudah kami kerjakan di sini dalam rutinitas sehari-hari Yaitu pengamanan di jaringan dan server kita pasang firewall, untuk memblokir link-link masuk yang merusak,” ujarnya
Ia menjelaskan bentuk serangan siber memang selalu saja terjadi. “Ada hacker yang menggunakan jaringan intern dan juga hacker yang menggunakan jaringan luar,” jelas Yoppie.
Ia mengatakan pihaknya pun memiliki tenaga ahli yang khusus melakukan treatment dan sistem perlindungan terhadap web Pemkab Bandung Barat.
“Kami selalu menerima laporan dari tim ahli soal serangan siber. Malah jika mereka tidak dapat mentreatment mereka bisa meminta bantuan tim dari provinsi, pun jika tim provinsi masih sulit menangani, maka bisa meminta bantuan pada tim BSSN,” paparnya.
Ia menambahkan, meski pernah ada serangan, tim masih bisa menangani. “Jadi sejauh ini belum ada kasus yang cukup rumit,” imbuhnya.
Meski demikian, Yoppie mengaku bahwa dalam pembentukan tim CSIRT ini, bukan tanpa kendala. Soal sumber daya manusia masih jadi kendala dalam pembentukan tim ini.
“Sebenarnya SDM belum memadai, oleh karenanya perlu ada rekrutmen atau memberdayakan personil yang ada memalui Pelatihan dan diklat,” ungkapnya.
Pelatihan dan Diklat, menurut Yoppie sangat diperlukan karena tim ini harus menyediakan perangkat IT, mempersiapkan sosialisasi dan mengedukasi OPD, agar bisa aman dalam developing website setiap OPD, sehingga mereka tahu cara untuk mengamankan web atau aplikasi Pemerintahan di lingkungan Pemda KBB.
“Dalam developing web atau aplikasi, kenapa bisa diserang, itu kan ada celah. Makanya kami ada kegiatan yang disebut penetration test atau pentest. Nah fungsinya adalah untuk mencari kekurangan atau celah yang belum sempurna dibuat si programmer,” tukasnya. (Diskominfotik KBB)*





