SATUMEDIA.ID – Memasuki musim pancaroba dari kemarau ke hujan, diperkirakan bakal memicu pertumbuhan jentik nyamuk aedes aegypti. Sehingga bisa memicu pertumbuhan penyakit demam berdarah
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Mulyati mengatakan, jentik nyamuk itu bisa berkembangbiak di genangan-genangan air sehingga harus dilakukan 3M yaitu menguras tempat atau wadah penampung air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan menimbun barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air menggenang.
Mulyati menyebut, berdasarkan pengalaman selama ini potensi demam berdarah dengue (DBD) naik menjelang puncak musim hujan. Untuk tahun ini diprediksi terjadi pada November dan Desember 2024.
“Masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi DBD. Meskipun kasusnya saat ini cenderung menurun,” kata Mulyati saat dikonfirmasi, Kamis (3/10/2024).
Dinkes Kota Cimahi, menyebut kasus DBD yang terdata sampai September 2024 sudah mencapai 738 kasus. Namun kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu cenderung mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.
Rinciannya pada Januari 2024, jumlah kasus DBD di Kota Cimahi tercatat ada 142 orang, Februari ada 154 kasus, Maret ada 160 kasus, April ada 102 kasus, Mei ada 82 kasus, Juni ada 45 kasus, Juli ada 33 kasus, Agustus ada 15 kasus dan September ada 5 kasus.
“Sampai September 2024 ini, totalnya ada 6 orang meninggal akibat DBD. Hanya saja secara keseluruhan kasusnya terjadi penurunan,” ungkapnya.
Kota Cimahi merupakan wilayah endemi kasus DBD. Masyarakat tetap diimbau untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Lebih jauh dikatakannya, selain menggelorakan PSN, masyarakat Kota Cimahi dianjurkan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Seperti bunga lavender, daun siri dan daun mint. Sebab, tanaman-tanaman tersebut diyakini bisa mengusir nyamuk penyebar virus DBD.
“Kita anjurkan menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk. Contoh bunga lavender, daun siri, daun mint, dan lainnya,” kata Mulyati.
Masyarakat juga disarankan untuk memelihara ikan cupang, mas , dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit dijangkau. Sebab, keberadaan berbagai jenis ikan itu akan menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegypty.
“Ikan cupang atau ikan lainya merupakan pemakan jentik. Itu artinya, sebelum tumbuh menjadi nyamuk dewasa sudah keburu dimangsa ini.
“Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembangbiak jadi nyamuk penyebab DBD,” tukasnya.*





