SATUMEDIA.ID – Gedung baru DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang rencananya akan mulai ditempati Agustus 2025 belum dilengkapi jaringan internet.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) KBB, Yoppie Indrawan mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan asesmen sebelum melakukan pemasangan instalasi jaringan internet di gedung baru DPRD KBB.
“Dari hasil monitoring yang dilakukan bersama Komisi III DPRD KBB, dan OPD terkait lainnya, kita diminta untuk memastikan bahwa nanti ke depan jaringan internet ini tidak ada kendala,” kata Yoppie, Jumat (31/1/2025).
Ia menambahkan, saat melakukan monitoring pihaknya sudah melakukan survei mulai dari lantai 1 hingga lantai 5. Di sana terdapat beberapa ruangan dan hole juga yang sepertinya harus dilakukan asesmen terlebih dahulu.
“Kami melihat untuk aksesnya sudah ada, menempel di dinding. Tapi kita harus memastikan terlebih dahulu apakah bisa digunakan atau tidak.Karena ada beberapa kejadian juga gedung baru, ada panel tapi tidak ada kabel maupun akses, sehingga menjadi penghambat,” tuturnya.
Diketahui, Pemkab Bandung Barat sudah mengalokasikan anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp10,575 miliar untuk membiayai kelanjutan pembangunan gedung wakil rakyat tersebut. Digunakan untuk membiayai fasilitas parkir, taman, pagar, pemasangan pipa PDAM, dan arsitektur luar bangunan.
Yoppie menegaskan, anggaran Rp10,575 miliar tersebut bukan untuk jaringan internet. Oleh karena itu, jika memang nantinya kebutuhan Internet ini dianggarkan pada Diskominfotik, akan dilakukan asesmen untuk memastikan pada saat gedung tersebut ditempati, jaringan internet tidak akan terkendala.
“Kalau ditanya anggarannya berapa, perlu asesmen dulu. Kalau kasat mata, gedung ini memiliki 5 lantai dengan banyak ruangan, kebutuhannya sekitar 400-600 Mbps dedicated. Mungkin kebutuhan anggarannya bisa Rp1 miliar, bisa kurang bahkan lebih,” tuturnya.
Namun ditegaskannya, untuk memastikan kebutuhan anggaran terlebih dahulu akan dilakukan asesmen. Diantaranya untuk pengadaan alat-alat jaringan seperti
access point, router, switch manageable, kabel, connector RJ-45, UPS, alat penyebaran informasi, dan sebagainya.
“Contoh akses poin, kita perlunya berapa?, routernya berapa?, panel-panel yang dibutuhkan sebagai syarat pendukungnya berapa?.Termasuk kita koordinasi dengan PUTR untuk jaringan mungkin saja, apakah di sebelah kiri jalan ataukah kanan jalan untuk kabel induknya,” pungkasnya.*





