SATUMEDIA.ID – Badan Geologi menyatakan Kampung Jati, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) aman untuk dijadikan tempat relokasi warga yang terdampak longsor di Kampung Gintung.
“Lahan di Jati merupakan tanah adat atau milik perorangan. Itu berdasarkan hasil kajian Badan Geologi yang keluar September kemarin, merekomendasikan Bojonghuni aman untuk dijadikan tempat hunian bagi warga yang terdampak longsor,” kata Camat Cipongkor, Rega Wiguna saat dihubungi, Minggu (13/10/2024).
Sebenarnya, ada dua lokasi yang diusulkan sebagai lokasi relokasi bagi warga terdampak longsor. Selain Jati juga Kampung Bojonghuni.
“Tapi yang direkomendasikan Badan Geologi hanya Jati,” ucapnya.
Diketahui, bencana tanah longsor di Kampung Gintung terjadi pada Minggu (24/10/2024). Sebanyak 10 orang meninggal, namun hanya 8 yang jasadnya ditemukan.Sementara dua korban lainnya atas nama encep (69) dan Opin (45) tidak ditemukan.
Rega mengatakan, lahan yang sudah direkomendasikan Badan Geologi harus terlebih dahulu dibebaskan oleh pemerintah. Jika lahannya sudah dibeli barulah dapat dibangunkan rumah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Informasi yang diperoleh, luas bangunan rumah yang nantinya akan dibangun oleh BNPB sekitar 60 meter persegi
“BNPB hanya membangunkan rumahnya, sementara penyediaan lahannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Bandung Barat,” tuturnya.
Rega mengaku tidak mengetahui pasti berapa harga yang diminta pemilik lahan. Namun, pemerintah akan melakukan pembayaran berdasarkan hasil perhitungan tim appraisal.
Sementara itu, pascalongsor hingga kini masih ada sekitar 20 kepala keluarga (KK) yang masih mengungsi. Sebagian besar memilih mengungsi di GOR Betah Desa Cibenda, dan di rumah kerabatnya.
“Totalnya sekitar 100 jiwa atau 20 KK yang mengungsi. Mereka yang benar-benar rumahnya rusak dan berada di zona bahaya. Kalau siang melakukan aktivitas di luar, bertani maupun kerja lainnya. Baru ke pengungsian ketika menjelang sore. Ada yang tinggal di GOR Betah Desa Cibenda, juga menumpang di rumah saudaranya,” tuturnya.*




