Angka Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 Turun 8 Persen

Kecelakaan beruntun pada masa arus mudik dan balik lebaran terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Tol Japek) KM 58, Karawang Timur tepat pukul 07.04 WIB pada Senin (8/4/2024). Dilaporkan 11 orang meninggal dunia dan beberapa mengalami luka./istimewa

SATUMEDIA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhana mengungkapkan secara umum angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2024 mengalami penurunan 8% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pengelolaan arus tahun ini berjalan dengan baik angka kecelakaan lalu lintas secara umum ada penurunan 8% untuk kejadian dan untuk tingkat fatalitas turun 12%,” ujar Irjen Pol Aan Suhanan dikutip dari keterangan resminya dari laman Korlantas Polri, Sabtu (21/4/2024).

Ia mengungkapkan selama pelaksanaan operasi ketupat 2024 faktor penyebab terjadinya kecelakaan ialah, gagal menjaga jarak, kelalaian terhadap lalu lintas dan melampaui batas kecepatan.

“Penyebab kecelakaan yang terbanyak adalah gagal jaga jarak sebanyak 1.117 kasus yang kedua ceroboh terhadap lalu lintas yang ada di depannya ini 956 kasus, kemudian ceroboh saat belok 553 kasus, melampaui batas kecepatan ada 397 kasus kemudian marka jalan 442 kasus,” ungkapnya.

“Keterlibatan sepeda motor ada penurunan 8% kalau tahun lalu ada 4.545, tahun ini 4.196 imungkin salah satu indikator tingkat kesadaran sepeda motor ini meningkat semakin naik,” tambahnya.

Faktor kelelahan fisik juga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas sehingga kehilangan konsentrasi dan gagal menjaga jarak.

“Kalau kita lihat dari model kecelakaannya tabrak belakang ini kemungkinan ada kelelahan karena gagal menjaga jarak konsentrasi kurang, sehingga menabrak belakang ini menjadi salah satu faktor utama,” tegas Kakorlantas.

Menurutnya, pelaksanaan arus mudik balik tahunan dapat berjalan dengan baik dengan sinergi dan kolaborasi, sehingga mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu untuk melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas di jalan tol dan non tol, penerapan pengaturan dan pengendalian transportasi, koordinasi dengan stakeholder terkait, ramp check kendaraan dan pelaksanaan mudik gratis.K

“Kita menyelesaikan penutupan posko yang memiliki arti penting karena ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang kita lakukan tidak saja kita lakukan di tanah Jawa tetapi juga sampai ke Papua, Aceh dan apa yang kita lakukan tentu memberikan makna dan doa kita untuk mudik,” ungkap Menhub Budi KaryaSumadi.

Lebih lanjut Menhub menyebut, turunnya angka kecelakaan ini secara perlahan bisa mewujudkan keinginan zero accident.

“Satu yang saya lupa bahwa di sektor darat itu angka kecelakaan turun, kecepatan naik dan relatif ini memberikan suatu arti bahwa produktivitas dan apa yang kita inginkan zero accident dan itu menjadi satu yang mungkin belum terdapat tetapi relatif sudah dilaksanakan,” tegas Menhub.

Ia juga menyampaikan terima kasihnya atas kolaborasi yang dibangun antar stakeholder, untuk mensukseskan arus mudik dan balik lebaran 2024 karena jumlah pemudik yang naik signifikan.

“Terima kasih atas kolaborasinya hal-hal yang penting saya sampaikan bahwa riset menunjukkan angka yang signifikan dan membuat yang kita catat 70% masyarakat Indonesia itu mudik,” tukasnya.*

Pos terkait