SATUMEDIA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah mengunci tiga nama yang diusulkan sebagai kandidat calon bupati (Cabup) ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat.
Ketiga nama itu adalah Bagja Setiawan yang juga anggota DPRD KBB, Aep Nurdin anggota DPRD Jawa Barat, dan Didik Agus Triwiyono yang menduduki posisi Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah DPW PKS Jawa Barat
DPD PKS sendiri tak seperti partai lain, tidak membuka pendaftaran Bacabup dari luar. Hanya melakukan penjaringan di kalangan internal PKS.
Informasi yang dihimpun ketiga nama itu sudah diusulkan ke DPW PKS Jabar. Mekanisme selanjutnya, DPW yang akan merekomendasikan ketiga nama tersebut ke DPP PKS.
“DPD hanya mengusulkan ke DPW. Nanti DPW yang ke DPP. Harapannya sih awal Mei sudah ditetapkan siapa calon bupati yang akan diusung untuk Pilkada KBB 2024,” kata salah seorang kader PKS saat dihubungi, Minggu (21/4/2024).
Salah satu kandidat, Bagja Setiawan menegaskan, dirinya sebagai kader partai siap jika ditugaskan partai untuk maju di Pilkada Bandung Barat.
“Saya siap untuk melaksanakan tugas partai dan tentunya menjaga amanah ini sebaik mungkin. Jika memang partai menugaskan saya untuk maju di Pilkada. Tunggu saja Mei nanti, siapa yang akan ditunjuk DPP,” kata Ketua Komisi IV DPRD KBB ini.
Diketahui, PKS merupakan partai pemenang Pemilu 2024 di KBB dengan meraih 8 kursi di DPRD KBB. Meski sebagai pemenang, namun tak bisa sendiri mencalonkan calon bupati maupun calon wakil bupati karena belum memenuhi syarat minimal 20 persen.
Syarat itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Pasal 40 ayat (1) menyebutkan “Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% (dua puluh lima persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di daerah yang bersangkutan”.
Terkait dengan itu, Bagja mengatakan PKS sudah melakukan komunikasi politik dengan beberapa partai. Lewat komunikasi itulah akan disepakati calon bupati dan wakil bupatinya.
“Koalisi perlu dilakukan karena tidak ada satupun partai politik di KBB yang memenuhi syarat minimal untuk mengusung calonnya sendiri,” tandasnya.*





