SATUMEDIA.ID – Bangunan Puskesmas Ciwaruga yang berlokasi di Jalan Ciwaruga Jaya, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berdempetan dengan Masjid Al-Ikhlash.
Berdiri di atas tanah milik Pemerintah Desa (Pemdes) Ciwaruga dengan luas 140 meter persegi. Meski memiliki dua lantai, namun ruang pelayanan yang berada di lantai bawah sangat sempit.
“Kondisi bangunan puskesmas yang sempit dan tidak layak untuk pelayanan kesehatan. Sangat tidak representatif sehingga harus direlokasi ke tempat baru,” kata Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha saat memimpin pengawasan lapangan di Puskesmas Ciwaruga, Kamis (4/9/2025).
Hadir pula Sekretaris Komisi IV DPRD KBB, Iwan Ridwan Setiawan, Ida Widyaningsih, dan anggota lainnya. Turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB Ridwan Abdullah Putra, Kepala Puskesmas Ciwaruga Nur Rokhmatul Hidayah, dan pejabat lainnya.
“Komisi IV melakukan pengawasan terkait rencana relokasi Puskesmas Ciwaruga ke Kampung Cipanjak, Perumahan Setiabudi Regensi,” kata Nur Djulaeha.
Ia menambahkan, lahan untuk Puskesmas Ciwaruga merupakan fasos/fasum dari pengembang perumahan Setiabudi Regensi. Sumber anggarannya berasal dari APBD KBB 2025 sebesar Rp 3 miliar lebih.
“Komisi IV sangat mendukung pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat, salah satunya melalui pembangunan puskesmas baru yang representatif. Sebenarnya rencana bangunan Puskesmas Ciwaruga terdiri dari tiga lantai, namun untuk tahun ini dibangun satu lantai mengingat pewaktuan di anggaran perubahan tidak akan mencukupi,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut Nur, Komisi IV mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB untuk mengajukan kembali penambahan anggaran di APBD 2026.
“Kami dari DPRD KBB mendukung penuh penyelesaian pembangunan Puskesmas Ciwaruga jadi tiga lantai. Jadi tahun ini, untuk satu lantai dulu kemudian dua lantai lagi di tahun 2026,” tandasnya.
Sekretaris Komisi IV DPRD KBB, Iwan Ridwan Setiawan menambahkan, pihaknya men-support pembangunan Puskesmas Ciwaruga. Mengingat pelayanan kesehatan menjadi program prioritas.
“Kondisi Puskesmas Ciwaruga cukup memprihatinkan, sempit dan sangat tidak representatif untuk pelayanan kesehatan, serta tidak memiliki ruang rawat inap. Padahal posisinya berbatasan langsung dengan Kota Bandung,” kata Iwan.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti tidak adanya lahan parkir. Sehingga parkir kendaraan di pinggir jalan.
“Untuk bangunan tiga lantai Puskesmas Ciwaruga membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar, namun sekarang baru Rp3 miliar untuk lantai satu dulu. Insya Allah seluruh bangunannya tuntas di tahun 2026,” tandasnya.
Menurutnya, posisi Puskemas Ciwaruga yang berada di daerah perbatasan dengan Kota Bandung, bangunannya harus lebih baik. Menjadi wajah layanan kesehatan dari Pemkab Bandung Barat.
“Bangunannya harus representatif, memiliki ruang rawat inap, dan fasiltas layanan kesehatan lainnya karena . Jika APBD KBB tak mencukupi, saya berharap Dinkes mencari potensi bantuan kepada Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat,” sarannya.
Kepala Dinkes KBB, Ridwan Abdullah Putra merespon positif dukungan penganggaran dari Komisi IV DPRD KBB untuk pembangunan Puskesmas Ciwaruga.
“Sebenarnya rencana merelokasi Puskesmas Ciwaruga sudah lama, tapi baru sekarang terealisasinya,” ucap Ridwan.
Ia tak memungkiri, dirinya malu dengan bangunan Puskesmas Ciwaruga yang lokasinya berada di daerah perbatasan dengan Kota Bandung. Pasalnya, kondisi bangunan Puskesmas Kota Bandung sangat megah.
Sementara Puskesmas Ciwaruga sangat kecil. Jika dibandingkan sangat tidak berimbang, padahal kunjungan pasien cukup tinggi rata-rata 100-150 orang perhari.
“Ke depan bangunan Puskesmas Ciwaruga bakal lebih megah. Kita jadikan prototipe bagi bangunan puskesmas lainnya. Dimana bangunannya menerapkan konsep green building yang dirancang untuk menjadi bangunan yang efisien dan ramah lingkungan,” tuturnya.*






