SATUMEDIA.ID- Timnas Indonesia u-23 gagal meraih kemenangan pada pertandingan perdana kualifikasi piala Asia u-23 2026 kala berhadapan dengan Laos u-23 kemarin. Gagalnya meraih kemenangan pada laga tersebut membuat 2 pertandingan selanjutnya yaitu melawan Macau u-23 hari Sabtu (6/9) dan Korea Selatan u-23 hari Selasa (9/9) menjadi harga mati jika ingin lolos ke putaran final.
Padahal Timnas Indonesia u-23 menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 77% dan mencatatkan 35 tembakan dengan 11 kearah gawang. Buruknya penyelesaian akhir tentu menjadi evaluasi skuad asuhan Gerald Vanenburg ini. Terlepas dari tampil bagusnya kiper Laos u-23 Kop Lokphatip yang banyak menyelamatkan gawang timnya.
Perlu menjadi perhatian tim kepelatihan, karena sejak turnamen Piala AFF u-23 pada bulan Juli lalu. Garuda Muda hanya mencatatkan gol melalui skema permainan terbuka ketika melawan Brunei Darussalam u-23. Setelahnya Indonesia u-23 selalu kesulitan untuk mencetak gol.
Tentu hal ini akan menjadi PR besar Gerald Vanenburg untuk menghadapi laga selanjutnya, karena dalam kualifikasi ini hanya 1 tim yang akan lolos otomatis ke Piala Asia u-23 2026 dan jika hanya mengandalkan bola-bola mati untuk mencetak gol maka akan kesulitan untuk meraih hasil maksimal di dua laga selanjutnya.*





