Tanah Warga Diincar Menjadi Tempat Relokasi Korban Longsor Cibenda

Bencana tanah longsor di Kampung Gintung terjadi pada Minggu (24/10/2024). Sebanyak 10 orang meninggal, namun hanya 8 yang jasadnya ditemukan.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat masih terus mencari lahan yang bisa ditempati warga korban terdampak bencana tanah longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor.

“Sampai sekarang baru ada satu titik lahan yang secara kasat mata bisa digunakan sebagai tempat tinggal baru bagi warga yang terdampak bencana tanah longsor,” kata Camat Cipongkor, Rega Wiguna saat dihubungi pada Selasa (23/4/2024).

Ia menyebut status lahan itu milik warga Cibenda. Dimana luasnya mencapai sekitar 6.000 meter persegi.

“Berjarak sekitar 1,2 kilometer dari lokasi bencana. Jadi cukup jauh, apalagi terhalang oleh aliran sungai,” ucapnya.

Menurutnya lahan tersebut cocok dijadikan tempat relokasi bagi korban bencana tanah longsor. Namun, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan bahwa lahan tersebut aman dari bencana.

“Katanya si pemilik lahan sudah lama akan menjualnya. Namun sampai sekarang belum laku terjual. Melalui pak kades akan dikomunikasikan dengan pemilik lahan. Calon lokasi relokasi ini pada Sabtu kemarin sudah ditinjau oleh pak Sekda (Ade Zakir) juga dari Dinas PUTR,” ujarnya.

Rega menyebut dengan luas lahan sekitar 6.000 meter persegi bisa untuk mendirikan sekitar 50 unit rumah. Pasalnya, luas bangunan rumah yang nantinya akan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar 60 meter persegi. Jika dikalikan 50 rumah maka lahan yang terpakainya sekitar 300 meter persegi dan sisanya bisa dibangunkan masjid dan fasilitas umum lainnya,” papar Rega.

Diakuinya, Pemerintah Desa Cibenda tidak memiliki aset tanah yang layak digunakan untuk tempat permukiman. Seluruhnya berada di daerah perbukitan.

Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi tinggal sekitar 160 jiwa atau 50 KK. Sebagian besar sudah pulang dan menempati rumahnya masing-masing.

“Kalau awal bencana memang jumlahnya ratusan, itu bercampur dengan warga yang rumahnya terkena banjir bandang. Khawatir terjadi apa-apa, warga ikut mengungsi. Sekarang yang tersisa memang rumahnya berada di zona bahaya longsor,” ujarnya.

Meski masih bertahan di lokasi pengungsian, namun pada siang hingga sore beraktivitas di luar. Baru kembali ke lokasi pengungsian menjelang malam.

“Yang tinggal di pengungsian seharian paling yang sudah berusia lanjut dan anak-anak,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 8 korban bencana tanah longsor di Kampung Gintung, Desa Cibenda , Kecamatan Cipongkor berhasil terindentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar.

Diketahui, ke delapan korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan selama 7 hari operasi SAR berlangsung. Sementara dua korban lainnya atas nama encep (69) dan Opin (45) hingga saat ini masih belum ditemukan.

Dari delapan korban, tujuh ditemukan di sekitar lokasi longsor Kampung Gintung. Sementara satu korban atas nama Aji ditemukan di aliran Sungai Citarum dengan perkiraan jarak sejauh 15 kilometer dari titik longsor.

Diduga Aji tergerus material longsor dan terbawa hanyut arus deras banjir bandang yang saat itu terjadi bersamaan dengan longsor.*

Pos terkait