Lagi, Bayi Ditemukan di Lembang Tergantung di Tiang PJU

Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam sebuah kantong plastik yang digantungkan di tiang PJU, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Sabtu (14/12/2024). Kini, bayi malang itu tengah mendapat perawatan di RSUD Lembang. (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali digegerkan penemuan bayi yang masih menempel tali pusar.

Beberapa hari sebelumnya, ditemukan bayi perempuan di rerumputan Kampung Buniasih RT 03/RW 01, Desa Langensari, Kecamatan Lembang. Bayi malang itu akhirnya meninggal dunia, Kamis (12/12/2024).

Belum hilang cerita bayi malang yang dibuang tak manusiawi, kembali warga Lembang dibuat geram oleh orang yang membuang bayi tak berdosa.

Kali ini, bayi berjenis kelamin laki-laki dibuang oleh orangtuanya di
Jalan Babakan Bandung, RW 10, Desa Pagerwangi pada Sabtu (14/12/2024) sekitar pukul 03.15 WIB.

Saat ditemukan, bayi yang diselimuti handuk itu dimasukan dalam kantong dan digantungkan di sebuah tiang lampu penerangan jalan umum (PJU).

Sebelum ditemukan, terdengar suara seperti anak kucing. Bayi malang itu ditemukan Dede Sukandi seorang penjaga keamanan atau satpam Villa Punclut 88 yang tengah berpatroli. Kondisi bayi masih bernyawa, meski ditutupi handuk namun terlihat menggigil.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) KBB, Prihatin Mulyanti memperkirakan, bayi itu belum lama dilahirkan karena masih menempel tali pusar di bagian perut.

“Sempat dibawa ke bidan untuk ditangani, selanjutnya ditangani di RSUD Lembang. Alhamdulilah kondisi bayi sehat dengan berat badan 3,5 kilogram. Setelah dicek, memang sudah waktunya lahir si bayinya,” kata Prihatin Mulyanti ditemui di RSUD Lembang.

Bayi malang itu dimasukan ke inkubator
untuk menjaga suhu tubuh serta memantau tumbuh kembang bayi. Rencananya setelah dipastikan sehat, untuk sementara akan dititipkan di rumah Camat Lembang.

“Berdasarkan persetujuan KPAD dan kepolisian, rencananya akan dititipkan di rumah camat agar lebih terjamin kesehatan dan keamanannya,” sebutnya.

KPAD bersama pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan Kementrian Sosial agar dibantu dalam hal kebutuhan dasar, nutrisi dan kebersihan bayi tersebut.

“Sebenarnya banyak warga yang ingin mengadopsi, tapi kita tidak boleh sembarangan,” ucapnya.*

Pos terkait