Pondasi Gedung Baru Ruang Rawat Jalan dan Inap RSUD Lembang Diperkuat

Papan proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Lembang, KBB.(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pondasi proyek gedung rawat inap dan jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, Kabupaten Bandung Barat akan lebih diperkuat agar bisa menahan beban tambahan jika kelak ada penambahan lantai.

“Sebenarnya gedung rawat jalan yang kita kerjakan ini, hanya terdiri dari satu lantai. Tapi pondasi yang kami bangun untuk dua lantai. Agar suatu ketika ruang rawat inap akan dinaikan satu lantai lagi, pondasinya sudah kuat,” kata Direktur Utama (Dirut) CV Berlian Jaya, Ade Ahmad Faqih, Sabtu (16/8/2025).

Ia optimistis bahwa pengerjaan gedung rawat inap akan lebih cepat selesai dari jadwal, yaitu 5 bulan atau 150 hari.

“Hingga pekan ini, pengerjaan gedung rawat inap sudah mencapai 11 persen. Insya Allah kalau tidak ada kendala teknis atupun non teknis yang tidak berarti, pembangunan bisa lebih cepat dari jadwal,” ujarnya.

Ia tak memungkiri, pada awal pembangunan sempat mengalami kendala karena akses jalan untuk mengangkut material sempit. Harus melewati proyek pembangunan gedung rawat jalan yang berada di depan.

“Agar pengerjaan gedung rawat inap bisa jalan, maka bahan baku atau material harus didahulukan agar bisa masuk ke lokasi. Ahamdulillah sekarang gak ada masalah dan progresnya terus naik. Bahkan, akan kita tingkatkan,” tuturnya.

Diketahui, pembangunan gedung rawat inap dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK) dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar. Ditargetkan rampung pada November 2025, satu bulan lebih cepat dari yang ditargetkan, yakni Desember 2025.

“Luas bangunan rawat inap ini 30×12 meter persegi. Jumlah ruangan 4 dengan 16 bed,” sebutnya.

Sementara itu, proyek pembangunan gedung rawat jalan dikerjakan CV Intan Berlian. Bangunannya terdiri dari tiga lantai yang didanai APBD KBB sebesar Rp4,9 miliar

Manager CV Intan Berlian, Samsyul Hamsar mengatakan, progres pembangunan gedung rawat jalan RSUD Lembang baru sekitar 2 persen
masih dalam tahap pembersihan.

“Kita kesulitan mengangkat sisa-sisa bangunan lama. Sementara kalau kita pakai mesin drill tentu bakal berdampak ke ruangan radiologi,” kata Syamsul.

Selain itu, ada sebagian tanah urug dengan kedalaman 4-6 meter di lokasi e. Namun, hal tersebut tidak terlalu bermasalah.

“Mengingat semua pondasi strauss pile kedalamannya 20 meter. Alhamdulillah untuk area-area yang rentannya sudah bisa kita tangani,” ujarnya.

Syamsul menyadari bangunan RSUD Lembang berada di zona Sesar Lembang sehingga perlu penanganan khusus. Oleh karena itu, pihaknya bakal menggunakan bore pile wash.

“Nanti ada standar-standar kedalaman yang harus dilakukan pengeboran untuk lokasi-lokasi bangunan rawan gempa. Jadi sudah ada data sondirnya,” ujarnya.

Tak cuma itu, pihaknya bakal melakukan pemadatan terhadap area tanah urug dengan wales atau dengan tanah khusus. “Nanti kita trial lagi atau sondir lagi untuk memastikan semuanya sesuai standar,” tandasnya.*

Pos terkait