SATUMEDIA.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan melakukan pengawasan secara ketat pembangunan gedung rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Lembang, Rabu (13/8/2025). Rombongan Komisi III diterima Direktur RSUD Lembang dr Lia Nurliana Iskandar.
“Tadi saya meminta penjelasan dari Direktur RSUD Lembang, pelaksana proyek, pengawas, sampai konsultan terkait dengan pelaksanaan proyek ini. Sampai hari ini on the track, sudah sesuai progres,” kata Pither Tjuandys.
Ia menjelaskan, sidak yang dilakukan Komisi III fokus pada struktur bangunan mengingat kontur tanah di Lembang yang labil dan masuk zona Sesar Lembang.
Dengan demikian, lanjutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan baik oleh kontraktor maupun konsultan harus benar-benar diawasi sesuai spek.
Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan oleh konsultan, berkaitan dengan spek harus diperhatikan dan dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Ketika ada perubahan material harus berkomunikasi dan transparan sesuai dengan administrasi yang dibuat.
“Tujuannya, agar anggaran yang dialokasikan bisa dipergunakan dengan benar. Termasuk, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bisa melakukan pengawasan dengan baik pelaksanaan pembangunan ini,” jelasnya.
Kedua, dirinya tidak mau dalam pelaksanaan ini ada berita-berita yang membuat semua pekerjaan ini terganggu. Apalagi, menyoroti PPK, konsultan, pelaksana dan lainnya.
Dikatakannya, dengan telah dimulainya pelaksanaan pembangunan gedung rawat jalan dan rawat inap menunjukan sudah dalam perencanaan yang baik.
“Ketiga, menyangkut soal komunikasi harus benar-benar dibuka dalam pelaksanaannya sehingga semua berjalan dengan baik dan tepat waktu,” kata politisi Partai Demokrat ini.
Ia berjanji, anggota Komisi III yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Lembang akan melakukan pengawasan secara rutin dua minggu sekali memantau pelaksanaan proyek.
“Saya juga termasuk dapil sini, makanya dua minggu sekali akan melakukan pengawasan untuk melihat sampai sejauh mana progresnya,” tandas Pither.
Direktur RSUD Lembang dr Lia Nurliana Iskandar mengungkapkan, pengerjaan proyek pembangunan gedung rawat inap dan rawat jalan sudah memasuki Minggu ke-4. Sesuai jadwal, pembangunan kedua gedung tersebut dilaksanakan selama 150 hari atau 5 bulan.
“Gedung rawat jalan dibangun tiga lantai yang didanai anggaran APBD Bandung Barat sebesar Rp4,9 miliar. Sedangkan untuk gedung rawat jalan hanya 1 lantai yang didanai DAK dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar,” kata Lia.
Ia mengungkapkan, untuk progres gedung rawat jalan baru sekitar 2 persen. Sementara gedung rawat inap sudah mencapai 11 persen dengan tenggat waktu pengerjaan selama 5 bulan atau 150 hari.
“Mudah-mudahan kedua gedung tersebut beres dalam sisa pengerjaan 120 hari. Kami mohon doa restunya dari seluruh masyarakat Bandung Barat agar dalam pelaksanaannya tidak mengalami hambatan berarti,” harapnya.
Diketahui, RSUD Lembang statusnya masih tipe C dengan jumlah bed sebanyak 100 unit. Sesuai aturan baru BPJS Kesehatan harus memiliki ruangan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dengan 12 kriteria.
“Ada 12 kriteria fasilitas yang harus dipenuhi dalam sistem KRIS, antara lain komponen bangunan, ventilasi, pencahayaan, kelengkapan tempat tidur, dan lain-lain. Insya Allah dengan terbangunnya gedung rawat inap baru, RSUD Lembang sudah memenuhi kriteria,” tandasnya.*






