SATUMEDIA.ID – Kondisi Pasar Atas Baru Kota Cimahi memprihatinkan. Sepinya pembeli membuat banyak pedagang memilih menutup kios dagangannya.
Beberapa pedagang menduga sepinya pembeli dipengaruhi menurunnya daya beli masyarakat. Hal itu tak bisa dilepaskan dari kemunculan sistem belanja online yang memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan barang yang diinginkannya.
Salah seorang pedagang, Rudy Supriyad (55) memperkirakan jumlah pedagang yang tersisa berjualan sekitar 30-40 persen.
“Diperkirakan sekitar 50 pedagang yang sudah tak lagi berjualan di Pasar Atas Baru” ucapnya, beberapa hari lalu.
Menurutnya, pedagang memilih menutup kiosnya karena tak sebandingnya pendapatan dengan modal yang sudah dikeluarkan.
“Yang bertahan, seperti halnya saya karena memiliki pelanggan tetap. Jadinya tidak sepi-sepi amat,” ucapnya.
Penurunan konsumen yang berbelanja ke Pasar Atas Baru, lanjut Rudy, bisa jadi karena berubahnya gaya berbelanja online ke online.
“Beberapa pedagang belum bisa mengikuti perkembangan zaman. Memilih bertahan dengan berjualan secara konvensional,” sebutnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah meluncurkan program ASN Kota Cimahi Bersama Cintai Pasar Rakyat (ASN Bercitra) untuk meningkatkan kunjungan ke pasar tradisional.
Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi menjelaskan, program ASN Bercitra merupakan bagian dari inisiatif Pemkot Cimahi untuk menghidupkan kembali pasar tradisional di kota tersebut.
“Kita mulai dari Pasar Atas, agar penjual semakin banyak pengunjungnya atau pembelinya. Dengan beberapa inovasi dan kreativitas, pasar ini diharapkan tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga tempat wisata bersantai,” tutur Dicky.
Ia tak memungkiri, laporan mengenai penurunan jumlah pengunjung menjadi alasan utama di balik program ini. Oleh karena itu, pihaknya berharap pasar tradisional bisa kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus tempat rekreasi.
“Pasar tradisional harus dihidupkan kembali sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” tukasnya.*





