Pengusaha Hotel dan Pariwisata di KBB Kembali Tersenyum,  Ternyata Ini Penyebabnya

Wisatawan berintrospeksi dengan Barongsai di Lembang Park & Zoo belum lama ini. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Kelesuan industri pariwisata di Kabupaten Bandung Barat terjadi sepanjang tahun 2024. Dimana umlah kunjungan pada 2024 sebanyak 3.226.040 wisatawan. Jauh di bawah angka kunjungan tahun 2023 yang mencapai 4.454.210 wisatawan.

Harapan pada libur Natal 2024 dan Tahun’ Baru 2025 (Nataru) pun tak mampu mendongkrak. Bahkan turun sekitar 30 persen dibandingkan Nataru tahun sebelumnya.

Namun angin segar berhembus pada libur panjang Isra Miraj dan Imlek pekan lalu. Kunjungan wisatawan, okupansi hotel, dan restoran mengalami peningkatan signifikan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB Eko Suprianto mengatakan, tingkat kunjungan pada libur panjang Isra Miraj dan Imlek meningkat tajam dibandingkan libur Nataru.

“Okupansi sektor hotel dan restoran di kawasan wisata Lembang meningkat signifikan dibandingkan saat libur panjang akhir tahun 2024. Data di kami itu dari tanggal 25-28 Januari
untuk okupansi hotel dan restoran mencapai 99 persen,” kata Eko Suprianto, Minggu (2/2/2025).

Ia menyebut, biasanya masyarakat memanfaatkan libur akhir tahun untuk berwisata, namun tak terjadi. Malah lonjakan wisatawan terjadi di libur panjang Isra Miraj dan Imlek.

Ia berharap, kenaikan kunjungan wisatawan di awal tahun bisa terus terjadi di sepanjang 2025. Dimana okupansi hotel dan restoran di kawasan wisata Lembang mengalami penurunan hingga 30 persen di tahun 2024.

“Mudah-mudahan tahun 2025 ekonomi membaik sehingga kunjungan wisatawan ke KBB meningkat. Destinasi wisata banyak dikunjunginya wisatawan, okupansi hotel dan restoran meningkat,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot bahwa jumlah kunjungan pada 2024 sebanyak 3.226.040 wisatawan. Jauh di bawah angka kunjungan tahun 2023 yang mencapai 4.454.210 wisatawan.

Dengan demikian terjadi penurunan 1.228.170 wisatawan. Puncak berkurangnya kunjungan wisatawan terjadi pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Pada tahun 2023 jumlah kunjungan mencapai 443.956 wisatawan, sementara tahun 2024 turun menjadi 239.293 wisatawan,” kata David Oot.

David memperkirakan, terjadinya penurunan jumlah kunjungan ke Bandung Barat disebabkan bertambahnya opsi pariwisata lain, penurunan daya beli masyarakat, mitigasi bencana alam dan juga non alam*

Pos terkait