Potensi Wisata KBB Selatan Belum Tergarap, Wabup Ajak Swasta Kembangkan Curug Malela dan Curug Sawer

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail.(Instagram).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mendorong pemerataan pengembangan pariwisata agar tidak hanya terpusat di wilayah utara.

Selama ini, kawasan utara KBB seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong berkembang menjadi tujuan wisata yang ramai dikunjungi. Sementara itu, sejumlah destinasi di wilayah selatan dinilai masih belum mendapatkan pengelolaan dan dukungan pengembangan yang memadai.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, ketimpangan tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah maupun pelaku usaha.

Asep menjelaskan, KBB memiliki 16 kecamatan dan 165 desa dengan karakter wilayah yang didominasi kawasan pegunungan.

Menurut dia, perkembangan pariwisata di kawasan utara telah membuat arus wisatawan terkonsentrasi pada sejumlah wilayah tertentu.

“Kawasan utara saat ini menjadi magnet utama wisatawan. Ketika akhir pekan tiba, kepadatan kendaraan dan pengunjung semakin tinggi sehingga tekanan terhadap kawasan tersebut juga semakin besar,” kata Asep, Senin (5/10/2026).

Ia menilai kondisi tersebut perlu diimbangi dengan membuka destinasi alternatif di wilayah selatan KBB.

Curug Malela dan Curug Sawer Belum Tergarap Maksimal

Asep menyebut wilayah selatan KBB memiliki potensi wisata alam yang tidak kalah menarik dibandingkan kawasan utara. Dua di antaranya adalah Curug Malela dan Curug Sawer.

Menurut Asep, kedua destinasi tersebut memiliki daya tarik alam yang besar, tetapi pengembangannya masih menghadapi keterbatasan, termasuk dari sisi kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Potensi wisata di selatan sebenarnya cukup besar. Persoalannya, kemampuan pemerintah daerah belum memungkinkan untuk mengembangkan seluruh kawasan tersebut secara bersamaan,” ujarnya.

Curug Malela dan Curug Sawer juga memiliki nilai khusus karena berada di wilayah selatan yang merupakan daerah asal Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat.

Karena keterbatasan tersebut, Asep membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta untuk ikut mengembangkan kawasan wisata di wilayah selatan.

Ia berharap pelaku usaha tidak hanya melihat potensi wisata di daerah lain, tetapi mulai mempertimbangkan peluang investasi di KBB bagian selatan.

“Kami ingin pelaku usaha melihat Bandung Barat Selatan sebagai kawasan yang memiliki peluang untuk dikembangkan. Curug Malela dan Curug Sawer bisa menjadi bagian dari pengembangan destinasi baru di wilayah tersebut,” kata Asep.

Asep mengatakan pemerataan destinasi wisata bukan semata-mata bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Menurut dia, penyebaran aktivitas wisata juga penting untuk mengurangi tekanan terhadap kawasan utara yang selama ini menjadi pusat kunjungan.

“Jika destinasi di selatan ikut dikembangkan, pergerakan wisatawan dapat lebih tersebar. Dengan begitu, beban kawasan utara bisa dikurangi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di selatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengembangan wisata di wilayah selatan harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Dengan karakter alam yang sebagian besar berupa kawasan pegunungan, pengembangan destinasi wisata dinilai perlu dilakukan secara terukur agar tidak merusak lingkungan.

Asep berharap dukungan pemerintah pusat dan keterlibatan sektor swasta dapat mempercepat pengembangan potensi wisata di wilayah selatan KBB.

“Yang kami dorong adalah pemerataan. Wilayah selatan memiliki kekayaan alam yang besar dan masyarakat setempat juga perlu memperoleh manfaat ekonomi dari potensi tersebut,” katanya.

Ajakan membangun wisata di selatan KBB, disampaikan Wabup Asep saat menyambut kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat bersama rombongan Kementerian Lingkungan Hidup di Dusun Bambu, Kecamatan Cisarua, Selasa (29/9/2026).*

Pos terkait