SATUMEDIA.ID – Gempa dengan magnitudo 6.5 yang berpusat Kabupaten Garut pada Sabtu 27 April 2024 sekitar pukul 23.29 WIB juga dirasakan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi.
Warga terjaga dari tidurnya ketika gempa mengguncang selama beberapa detik. Banyak yang memilih keluar khawatir rumahnya ambruk.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan BPBD Kota Cimahi terdapat 5 bangunan yang terdampak gempa.
Di Kota Cimahi gempa merusak tiga bangunan yakni satu ruangan kelas SMPN 11 Kota Cimahi yang berlokasi di Kampung Terobosan, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.
Dua rumah warga di Kampung Rancaherang, Gang Karya Bakti, RT 5/RW 10, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah dan Jalan Babakan Utama, RT 2/RW 5, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
“Ada tiga bangunan yang terdampak gempa, dua rumah warga dan satu ruang kelas SMPN 11 Kota Cimahi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, Minggu (28/4/2024).
Dia menyebut baik bangunan SMPN 11 Kota Cimahi maupun dua rumah hanya mengalami kerusakan ringan.
“Satu ruangan kelas SMPN 11 Kota Cimahi hanya mengalami kerusakan pada bagian palfon yang ambruk dan ada beberapa kaca jendela yang pecah. Sedangkan dua rumah
mengalami kerusakan pada bagian atap dan rangkanya,” sebutnya.
Sementara di KBB dampak dari gempa Garut merusak dua bangunan rumah. Di
Kampung Citatah, RT 04/RW 10, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat rumah milik Engkos(52).
Satu lainnya rumah milik Agus (50) yang dihuni di Kampung Pari, RT 5/6, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB.
“Sebuah rumah di Kampung Pari ambruk pada bagian dinding. Kondisinya mengalami rusak berat,” kata
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD KBB, Amas Winata saat dihubungi.
Akibat kejadian itu, lanjut Amas, seluruh penghuninya terpaksa harus mengungsi karena rumahnya sudah tidak layak ditempati dan dikhawatirkan kembali ambruk.
“Tidak ada korban jiwa namun karena rumahnya rusak berat, khawatir ambruk jadi seluruh penghuninya diungsikan,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Desa Citatah, Ahmad mengatakan, gempa menyebabkan dinding rumah bagian belakang milik Engkos ambruk menimpa barang dan perabotan yang ada di sana.
“Kondisinya rusak berat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, sebab ketika kejadian, Engkos bersama istri dan dua anaknya berhasil keluar rumah,” kata Ahmad.*





