SATUMEDIA.ID – Simulasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024 dengan semua gerakan lapangan akan lebih memantapkan langkah kandidat di lapangan. Dimana seluruh bahasa tubuh calon utuh terlihat oleh masyarakat.
Secara batiniah publik akan merasakan apakah calon ini punya gestur kuat membuat masyarakat ke depan masyarakat mendapat kebahagiaan seperti lukisan yang ditampilkan saat kampanye.
Sejatinya setiap calon akan berusaha menguatkan hubungan emosional dengan pemilih, tapi saat itu juga pemilih merasakan satu kebanggaan atau kebahagian ketika bertatap muka.
Yang utama hati kecil pemilih akan menilai apakah benar figur ini bisa mengantarkan kesejahteraan kepada pemilih atau memang hanya indah menarik garis seperti lukisan pak Tino Sidin.
Seluruh rangkaian kampanye membuktikan salah satu kesiapan pasangan untuk menang, jika Tim sukses terkomunikasi dan terpelihara rapih maka batinnya akan makin semangat bekerja bagi kandidat.
Tapi sebaliknya, jika tim sudah ada dan angin surga saja yang di sampaikan insya Alloh amal Soleh silaturahmi sudah didapat hanya angka angka kekuatan kemenangan juga akan berlalu seperti hembusan angin
Apalagi ketika hari ini kita menyaksikan para tokoh nasional dipanggil masuk jajaran kabinet. kita publik bisa menilai dengan mata telanjang figur mana yang sangat erat punya hubungan dengan pusat kekuasaan nasional.
Dari sana secara rasional dan cerdas pemilih akan punya harapan bahwa daerah akan sangat terbantu untuk membangun kesejahteraan dengan dukungan pusat.
Seluruh pandangan ini akan menjadi kemungkinan yang terbuka tapi percayalah yang akan menang adalah kandidat yang bisa memberikan kebahagian kepada pemilih saat datang ke TPS. Semoga.
*Penulis mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, pengamat politik.





