Kang AY Apresiasi Langkah Dadang Supriatna, Anggaran HUT Kabupaten Bandung Dialihkan untuk Bencana

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung H.Agus Yasmin.(Instagram).**

SATUMEDIA.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kabupaten Bandung tahun ini dipastikan berlangsung sederhana. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, memilih memangkas sejumlah agenda seremonial dan mengalihkan fokus anggaran untuk penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah.

“Awalnya ada beberapa kegiatan, tapi kita sederhanakan. Upacara cukup digelar di Lapangan Upakarti dengan melibatkan camat dan kepala desa secara terpadu,” ujar Dadang.

Tak hanya itu, pertunjukan wayang yang semula direncanakan juga dibatalkan. Sebagai gantinya, pemerintah daerah menggelar istigasah tingkat kabupaten secara hybrid yang dipusatkan di Gedung Moh Toha.

Menurut Dadang, langkah ini diambil sebagai bentuk prioritas pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Ia menegaskan, seluruh sumber daya kini diarahkan untuk penanggulangan bencana di 29 kecamatan.

“Kegiatan kita fokuskan pada penanggulangan bencana. Ada 29 kecamatan yang harus segera ditangani,” katanya.

Keputusan tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, H. Agus Yasmin. Ia menilai, peringatan HUT kali ini mencerminkan kepemimpinan yang berpihak pada masyarakat terdampak.

“Di usia ke-385, Kabupaten Bandung memilih langkah besar bukan dengan gegap gempita, melainkan dengan kepedulian. Kang DS sebagai Bupati bersama seluruh jajaran, memindahkan panggung seremonial menjadi aksi nyata di tenda-tenda pengungsian. Hiburan diganti dengan pelukan, sorak-sorai diganti doa dan bantuan yang langsung menyentuh tangan-tangan warga terdampak,” tulis Agus Yasmin yang akrab dipanggil Kang AY dalam akun Instagramnya yang dikutip Minggu (19/4/2026).

Ia menyebut, kebijakan tersebut selaras dengan arahan Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi terkait efisiensi anggaran yang harus berdampak langsung pada masyarakat.

Menurut Kang AY, kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah Bandung dan sebagian Sumedang menjadi ujian berat bagi daerah. Namun, di tengah situasi itu, ia melihat kehadiran langsung para pemimpin di lapangan sebagai bentuk empati nyata.

“Mereka tidak hanya membaca laporan, tetapi hadir di tengah warga, mendengar, dan ikut memikul beban,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung ini.

Ia berharap momentum HUT ke-385 ini menjadi penguat sinergi seluruh pihak dalam mempercepat penanganan bencana. Di tengah duka yang melanda, Dirinya optimistis semangat kebersamaan akan menjadi kekuatan utama masyarakat Kabupaten Bandung untuk bangkit.

“Di HUT ke-385 ini, semoga ikhtiar menanggulangi bencana makin rapi, makin adil, dan makin bijak menjangkau setiap sudut yang terluka. Untuk kita yang hanya bisa menundukkan kepala dan mengirim doa, mari kita titipkan setulus-tulusnya. Semoga di tengah duka, masih ada senyum yang tumbuh. Semoga di tengah kehilangan, masih ada harapan yang pulang,” pungkasnya.*

Pos terkait