Paripurna HUT ke-385, DPRD Kabupaten Bandung Tekankan Kolaborasi dan Arah Baru Pembangunan

DPRD Kabupaten Bandung menggelar rapat paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – DPRD Kabupaten Bandung memanfaatkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 sebagai ajang evaluasi sekaligus akselerasi pembangunan daerah. Hal itu mengemuka dalam rapat paripurna yang digelar Senin (20/4/2026), dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.

Rapat yang berlangsung terbuka tersebut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Sejumlah pesan strategis mengemuka, mulai dari capaian pembangunan hingga tantangan ke depan.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak boleh berhenti pada seremoni. Menurut dia, refleksi atas perjalanan panjang daerah harus diikuti langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pembangunan.

“Momentum ini harus kita jadikan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan pembangunan berjalan lebih efektif, merata, dan berkelanjutan,” ujar Renie.

Ia menyebut, capaian pembangunan yang diraih Kabupaten Bandung saat ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan unsur lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program.

Dalam kesempatan itu, DPRD juga menyampaikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan daerah. Apresiasi turut diberikan kepada pemerintah daerah atas kinerja yang dinilai menunjukkan perkembangan positif.

Renie menekankan, keberhasilan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah provinsi dan pusat.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa itu, pembangunan tidak akan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat,” katanya.

Mengusung tema “Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Zaman”, peringatan HUT ke-385 Kabupaten Bandung mengandung pesan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian nilai lokal. Filosofi tersebut menekankan pentingnya harmoni dalam kehidupan sosial.

Menurut Renie, nilai-nilai kearifan lokal seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh harus tetap menjadi fondasi dalam pembangunan daerah.

Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan. Kerusakan lingkungan, kata dia, berpotensi meningkatkan risiko bencana yang merugikan masyarakat.

“Pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam. Jika tidak, dampaknya akan kembali kepada kita,” ujarnya.

Sebagai wujud keterbukaan informasi publik, DPRD Kabupaten Bandung turut meluncurkan buku “Jejak Parlemen: Catatan Tahun Pertama DPRD Kabupaten Bandung Periode 2024–2029”. Publikasi ini merangkum pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan selama satu tahun terakhir.

“Buku ini menjadi bentuk akuntabilitas kami kepada masyarakat,” kata Renie.

Dokumen tersebut juga akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai simbol capaian kinerja DPRD pada momentum hari jadi.

Di akhir sambutannya, Renie mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT sebagai titik awal memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Bandung yang lebih maju dan sejahtera.

“Perayaan ini harus menjadi pemantik semangat baru untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik,” ujarnya.*

Pos terkait