SATUMEDIA.ID – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tetap menunjukkan ketenangan dan keyakinannya meski timnya hanya mampu bermain imbang 3-3 saat bertandang ke markas Club Brugge di Liga Champions.
Dalam konferensi pers seusai laga di Stadion Jan Breydel, pelatih asal Jerman itu mengakui hasil tersebut bukan yang terbaik, namun menilai lawan bermain sangat baik dan pantas mendapat pujian. “Skor 3-3 bukan hasil yang ideal, tapi Brugge tampil luar biasa,” ujar Flick.
Ia menegaskan bahwa timnya tetap akan mempertahankan garis pertahanan tinggi yang menjadi ciri khas permainan mereka, meski kebobolan tiga gol.
Menurutnya, tantangan utama ada pada koordinasi dan kepercayaan diri saat memainkan jebakan offside, sesuatu yang menurutnya masih perlu dibenahi.
Flick menjelaskan bahwa kelemahan utama Barcelona pada laga itu terletak di lini tengah, yang gagal melakukan tekanan dengan efektif terhadap lawan. Hal tersebut membuat Brugge lebih leluasa memanfaatkan kecepatan pemain-pemainnya. Meski begitu, sang pelatih enggan mengubah filosofi permainan yang selama ini diterapkannya. “Kami tak akan mengubah gaya bertahan kami. Masalahnya ada pada pressing di lini tengah dan reaksi terhadap serangan balik mereka,” jelasnya.
Bagi Flick, hasil imbang ini harus dijadikan bahan evaluasi agar tim dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya seperti musim lalu, ketika pertahanan Blaugrana tampil jauh lebih solid.
Meski menghadapi kritik, Flick tetap optimistis bahwa performa Barcelona akan meningkat seiring waktu. Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat positif dan yakin tim akan kembali ke level terbaik setelah beberapa pemain kunci seperti Raphinha, Pedri, dan Joan Garcia pulih dari cedera.
“Kami harus terus bekerja keras dan tetap percaya diri. Kami adalah Barça kami harus bermain intens, baik saat menyerang maupun bertahan,” tegasnya.
Pelatih berusia 59 tahun itu menutup pernyataannya dengan nada optimis, menyebut bahwa laga berikutnya melawan Celta Vigo akan menjadi kesempatan untuk bangkit dan memperlihatkan perkembangan nyata dari timnya.*




