SATUMEDIA.ID – Ruben Amorim mengakui bahwa satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan mentalnya adalah menjauh sepenuhnya dari hiruk pikuk media sosial. Ia memilih tidak membaca komentar, unggahan, atau tayangan TV yang membahas Manchester United, meski ia sebenarnya sering sependapat dengan kritik yang disampaikan. Keputusan tersebut diambil setelah laporan BBC mengungkap ribuan pesan bernada kebencian mulai dari hinaan rasis hingga ancaman kekerasan yang menyerang para pelatih dan pemain Liga Inggris dalam satu akhir pekan saja.
Investigasi tersebut menunjukkan bahwa manajer justru lebih sering menjadi sasaran dibanding para pemain, dengan Amorim, Arne Slot, dan Eddie Howe sebagai target terbesar. Mayoritas pesan kasar itu dipublikasikan di platform X dan sebagian besar berasal dari pengguna di Inggris serta Irlandia. Amorim mengaku ia rela kehilangan potensi pemasukan dari media sosial demi ketenangan hidupnya dan keselamatan keluarganya, karena baginya, uang tambahan tidak sebanding dengan risiko mental yang harus ditanggung.
Situasi tim yang tak stabil juga membuat tekanan kian besar. United menyelesaikan musim lalu di peringkat ke-15, hasil terburuk mereka dalam puluhan tahun, dan gagal meraih tiket kompetisi Eropa setelah kalah di final Liga Europa. Musim ini, perjalanan mereka masih penuh rintangan, termasuk tersingkir dari Carabao Cup oleh tim League Two, Grimsby Town. Meski kini duduk di posisi ketujuh, Amorim menegaskan bahwa kritik paling keras selalu datang dari dirinya sendiri dan ia hanya bisa bertahan dengan menjaga jarak dari kebisingan dunia maya.*





