SATUMEDIA.ID – Laga sarat gengsi antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dipastikan menjadi sorotan utama pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Pertemuan dua rival klasik itu bukan sekadar soal harga diri, tetapi juga berpotensi menentukan arah perebutan gelar juara musim ini.
Persib datang ke Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), dengan tekanan besar. Persaingan di papan atas semakin ketat setelah Borneo FC Samarinda terus menempel di jalur perebutan trofi. Situasi itu membuat Maung Bandung nyaris tak punya ruang untuk terpeleset jika ingin menjaga asa meraih gelar juara ketiga secara beruntun.
Bek Persib, Federico Barba, menegaskan timnya hanya memiliki satu target dalam laga kontra Persija, yakni membawa pulang kemenangan.
“Pertandingan akan sengit dan sulit. Kami tidak banyak lagi sisa pertandingan, ini menjadi sangat berat bagi semua tim. Tapi kami akan berjuang untuk tiga poin dan kami di sini untuk mendapatkannya,” ujar Barba dikutip dari laman I-League, Minggu (10/5/2026).
Pemain asal Italia yang pernah membawa Como 1907 promosi ke Serie A itu juga menilai status laga tandang tak akan banyak berpengaruh dalam duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut.
Seperti diketahui, Persija tidak bisa menggunakan kandang mereka di Jakarta karena alasan keamanan sehingga pertandingan digelar di Samarinda. Namun, Barba menegaskan atmosfer derbi tetap akan menghadirkan tekanan yang sama.
“Derbi tidak mengenal keuntungan soal stadion. Ketika memainkan laga seperti ini, semuanya berbeda. Saya hanya ingin memenangkan pertandingan,” katanya.
Di sisi lain, kepercayaan diri Persija tengah berada di level tinggi. Macan Kemayoran sedang menikmati tren positif setelah membukukan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir.
Ketajaman lini serang Persija terlihat dari koleksi 11 gol dalam periode tersebut. Sementara lini belakang tampil solid dengan empat clean sheet dan hanya sekali kebobolan.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyebut duel kontra Persib sebagai salah satu pertandingan terbesar di sepak bola Indonesia. Ia berharap rivalitas panas kedua tim tetap berlangsung dalam suasana sportif.
“Ini adalah pertandingan berkelas, sebuah derbi besar. Kita tahu rivalitas yang ada di antara kedua tim, derbi sepak bola Indonesia,” ujar Mauricio dalam konferensi pers jelang laga.
“Semoga kami bisa menciptakan pertandingan yang luar biasa dari kedua klub besar ini,” lanjutnya.
Meski sedang dalam performa meyakinkan, Persija tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan Persib. Maung Bandung tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik musim ini setelah baru kebobolan 20 gol dari 31 pertandingan.
Mauricio pun mengakui timnya harus bekerja ekstra keras untuk membongkar kokohnya lini belakang Persib.
“Kami harus menemukan solusi dan celah untuk bisa menembus pertahanan mereka. Fokus dan efektivitas akan sangat penting di pertandingan nanti,” katanya.
Namun, Persija juga dibayangi persoalan cedera pemain jelang laga panas tersebut. Hanif Sjahbandi masih menjalani pemulihan cedera lutut, sementara Jean Mota dipastikan absen akibat cedera hamstring saat latihan.
Absennya Jean Mota menjadi kehilangan penting bagi lini tengah Persija mengingat pemain asal Brasil itu telah menyumbang empat assist musim ini.
Dengan tensi rivalitas yang selalu membara, duel Persija kontra Persib diprediksi kembali menghadirkan pertandingan panas penuh drama. Bagi Persib, kemenangan menjadi harga mati demi menjaga mimpi juara. Sementara Persija tentu tak ingin kalah dalam laga yang mempertaruhkan gengsi terbesar sepak bola nasional.*





